Amalan di bulan Muharram menjadi salah satu hal yang banyak dicari umat Islam ketika memasuki awal tahun Hijriah. Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan mulia yang memiliki keistimewaan tersendiri dalam Islam, sehingga setiap amal kebaikan yang dilakukan memiliki nilai yang sangat berharga. Sobat Mada, momen ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ibadah sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Selain dikenal sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah, Muharram juga menjadi waktu yang tepat untuk melakukan refleksi diri dan memperbaiki kualitas kehidupan. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak berbagai amalan sunnah, seperti berpuasa, bersedekah, berzikir, dan memperbanyak doa. Dengan mengisi bulan Muharram dengan berbagai kebaikan, seorang Muslim diharapkan dapat memulai tahun baru Islam dengan penuh keberkahan.
Ada banyak amalan yang bisa dilakukan selama bulan Muharram, mulai dari ibadah yang bersifat pribadi hingga amalan sosial yang bermanfaat bagi sesama. Setiap amalan memiliki keutamaan dan pahala tersendiri yang dapat menjadi bekal berharga bagi kehidupan dunia maupun akhirat. Yuk, Sobat Mada, simak artikel berikut untuk mengetahui 15+ amalan di bulan Muharram sesuai anjuran Rasulullah SAW.
17 Amalan di Bulan Muharram Sesuai Sunnah Rasulullah
Bulan Muharram merupakan salah satu bulan istimewa dalam Islam yang dianjurkan untuk diisi dengan berbagai amal kebaikan. Para ulama menjelaskan bahwa terdapat sejumlah amalan yang sebaiknya diperbanyak selama bulan ini karena memiliki keutamaan dan nilai pahala yang besar. Bahkan, beberapa ulama merangkum amalan-amalan tersebut dalam bentuk nadham atau syair agar lebih mudah dipelajari dan diamalkan oleh umat Islam.
Salah satunya adalah Syekh Abdul Hamid dalam kitab Kanzun Naja was Surur fi Ad’iyyati Tasyrahus Shudur yang menyebutkan berbagai amalan yang dianjurkan pada bulan Muharram, khususnya pada hari Asyura. Amalan tersebut meliputi puasa, salat sunnah, menyambung tali silaturahmi, mengunjungi ulama, menjenguk orang sakit, bersedekah, mengusap kepala anak yatim, memperluas nafkah keluarga, memotong kuku, mandi, hingga memperbanyak bacaan Surat Al-Ikhlas.
Beragam amalan tersebut tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga mengandung pesan sosial dan kemanusiaan yang dapat mempererat hubungan dengan sesama. Oleh karena itu, bulan Muharram menjadi momentum yang tepat untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperbanyak perbuatan baik. Berikut beberapa amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan selama bulan Muharram beserta penjelasan dan keutamaannya.
1. Puasa Asyura pada 10 Muharram
Salah satu amalan paling utama di bulan Muharram adalah melaksanakan puasa Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. Puasa ini memiliki kedudukan istimewa dalam Islam dan dianjurkan langsung oleh Rasulullah SAW. Banyak riwayat yang menjelaskan besarnya pahala bagi umat Islam yang menjalankan ibadah tersebut dengan penuh keikhlasan.
Dalam beberapa hadis disebutkan bahwa orang yang berpuasa pada hari Asyura akan memperoleh pahala yang sangat besar. Selain itu, hari Asyura juga menjadi momen yang dianjurkan untuk memperbanyak berbagai amal kebaikan, seperti bersedekah, membantu sesama, serta meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT.
2. Menjenguk Orang Sakit
Mengunjungi saudara atau kerabat yang sedang sakit termasuk amalan mulia yang dianjurkan sepanjang waktu, termasuk pada bulan Muharram. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang diajarkan dalam Islam dan menjadi hak seorang Muslim terhadap Muslim lainnya.
Para ulama menjelaskan bahwa menjenguk orang sakit mendatangkan banyak keutamaan. Selain mendapatkan pahala dan rahmat Allah SWT, orang yang melakukannya juga memperoleh doa dari para malaikat. Bahkan disebutkan bahwa langkah seseorang menuju tempat orang sakit diibaratkan seperti berjalan di taman surga.
3. Puasa 1 Muharram
Memulai tahun baru Hijriah dengan berpuasa pada tanggal 1 Muharram menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan. Bulan Muharram sendiri memiliki keutamaan khusus karena termasuk salah satu dari empat bulan suci yang dimuliakan oleh Allah SWT.
Anjuran memperbanyak puasa di bulan Muharram didasarkan pada hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa puasa paling utama setelah Ramadan adalah puasa yang dilakukan pada bulan Muharram. Karena itu, banyak umat Islam memanfaatkan awal tahun Hijriah untuk memperbanyak ibadah puasa sunnah.
4. Mengusap Kepala Anak Yatim
Menyayangi dan memperhatikan anak yatim merupakan amalan yang memiliki nilai besar di sisi Allah SWT. Salah satu bentuk kasih sayang yang dianjurkan para ulama adalah mengusap kepala anak yatim dengan penuh kelembutan dan ketulusan.
Imam Al-Nawawi menjelaskan bahwa tindakan tersebut merupakan simbol kasih sayang dan perhatian kepada mereka yang membutuhkan cinta serta dukungan. Selain mengusap kepala, umat Islam juga dianjurkan membantu kebutuhan anak yatim melalui santunan maupun bentuk kepedulian lainnya.
Baca Juga: Apa itu Hari Tasyrik? Ini Pengertian, Jadwal, Larangan, dan Amalan
5. Membaca Doa Tobat Nabi Adam AS
Bulan Muharram sering dijadikan momentum untuk memperbaiki diri dan memulai lembaran baru yang lebih baik. Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak istighfar serta memohon ampun kepada Allah SWT atas berbagai kesalahan yang pernah dilakukan.
Salah satu doa yang dapat diamalkan adalah doa tobat Nabi Adam AS. Doa tersebut mengandung pengakuan atas kesalahan serta harapan agar Allah SWT memberikan ampunan dan rahmat-Nya. Membacanya menjadi pengingat bahwa setiap manusia selalu membutuhkan pertolongan dan ampunan dari Sang Pencipta.
6. Sholat Tasbih
Termasuk ibadah sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan pada bulan Muharram, khususnya menjelang atau pada hari Asyura. Sholat ini dikenal sebagai ibadah yang banyak berisi bacaan tasbih sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.
Pelaksanaan Sholat Tasbih terdiri dari empat rakaat dan dapat dilakukan baik pada siang maupun malam hari sesuai ketentuan yang berlaku. Banyak umat Islam memanfaatkan bulan Muharram untuk menghidupkan amalan ini sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon ampunan-Nya.
7. Qiyamul Lail di Awal Muharram
Menghidupkan malam pertama bulan Muharram dengan berbagai ibadah menjadi salah satu amalan yang dianjurkan para ulama. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, serta mengerjakan berbagai salat sunnah.
Selain Tahajud dan Taubat, sebagian ulama juga menyebutkan beberapa bentuk salat sunnah yang dapat dilakukan pada malam pergantian tahun Hijriah. Tujuannya adalah agar awal tahun dimulai dengan ibadah dan kedekatan kepada Allah SWT sehingga memperoleh keberkahan sepanjang tahun.
8. Membaca Doa Awal Muharram
Saat memasuki bulan Muharram, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan harapan baik kepada Allah SWT. Salah satu amalan yang populer adalah membaca doa awal tahun atau doa awal bulan Muharram.
Sebagian ulama menjelaskan bahwa doa tersebut dibaca setelah salat Magrib sebanyak tiga kali. Amalan ini dilakukan sebagai bentuk permohonan perlindungan kepada Allah SWT agar diberikan keselamatan, keberkahan, dan dijauhkan dari berbagai keburukan selama tahun yang akan datang.
9. Puasa Tasua pada 9 Muharram
Selain puasa Asyura, Rasulullah SAW juga menganjurkan umatnya untuk berpuasa pada tanggal 9 Muharram yang dikenal sebagai Puasa Tasua. Anjuran ini bertujuan untuk membedakan praktik ibadah umat Islam dengan tradisi kaum Yahudi pada masa itu.
Riwayat dari Ibnu Abbas menyebutkan bahwa Rasulullah SAW berkeinginan berpuasa pada hari kesembilan Muharram apabila masih diberikan kesempatan hidup pada tahun berikutnya. Karena itu, banyak ulama menganjurkan pelaksanaan Puasa Tasua bersamaan dengan Puasa Asyura.
10. Membaca Doa Akhir Tahun
Menjelang berakhirnya tahun Hijriah, sebagian umat Islam memiliki kebiasaan membaca doa akhir tahun sebagai bentuk muhasabah dan refleksi diri. Doa ini berisi permohonan ampun atas kesalahan yang dilakukan selama setahun terakhir.
Dalam sejumlah kitab disebutkan bahwa membaca doa akhir tahun merupakan salah satu amalan baik yang dapat dilakukan untuk menutup perjalanan tahun dengan penuh harapan dan rasa syukur. Melalui doa tersebut, seorang Muslim memohon agar segala dosa diampuni dan diberikan kesempatan memperbaiki diri di tahun berikutnya.
11. Puasa 11 Muharram
Selain Puasa Tasua dan Puasa Asyura, sejumlah ulama juga menganjurkan umat Islam untuk berpuasa pada tanggal 11 Muharram. Anjuran ini bertujuan untuk menyempurnakan rangkaian puasa di bulan Muharram sekaligus membedakan pelaksanaan ibadah umat Islam dengan tradisi yang dilakukan kaum Yahudi.
Pendapat tersebut di antaranya disampaikan oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dan beberapa ulama lainnya yang merujuk pada hadis Rasulullah SAW tentang berpuasa sehari sebelum dan sehari sesudah Asyura. Karena itu, banyak umat Islam melaksanakan puasa pada tanggal 9, 10, dan 11 Muharram secara berurutan.
12. Membaca Doa Asyura
Hari Asyura tidak hanya dianjurkan untuk diisi dengan puasa, tetapi juga memperbanyak doa dan ibadah lainnya. Salah satu amalan yang sering dilakukan adalah membaca Doa Asyura sebagai bentuk permohonan keberkahan, keselamatan, dan perlindungan kepada Allah SWT.
Sebagian ulama menjelaskan bahwa doa tersebut dapat dibaca setelah salat Magrib. Ada pula yang menganjurkan untuk mendahuluinya dengan salat sunnah tertentu sebelum membaca doa Asyura. Amalan ini menjadi salah satu bentuk penghambaan dan penguatan spiritual pada hari yang penuh keutamaan tersebut.
13. Melaksanakan Berbagai Kebaikan di Hari Asyura
Hari Asyura merupakan momen yang sangat istimewa sehingga banyak ulama menganjurkan umat Islam memperbanyak amal saleh pada tanggal 10 Muharram. Tidak hanya berpuasa, berbagai bentuk ibadah dan kebaikan sosial juga dianjurkan untuk dilakukan pada hari tersebut.
Amalan yang dapat dilakukan antara lain bersedekah, menyantuni anak yatim, membantu fakir miskin, mempererat silaturahmi, memperluas nafkah keluarga, memberikan manfaat kepada sesama, serta memperbanyak zikir dan salat sunnah. Dengan mengisi hari Asyura dengan berbagai kebaikan, seorang Muslim diharapkan dapat memperoleh keberkahan dan pahala yang berlimpah.
14. Puasa Ayyamul Bidh
Di pertengahan bulan Muharram, umat Islam juga dapat melaksanakan Puasa Ayyamul Bidh yang dikerjakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Puasa sunnah ini merupakan amalan yang rutin dianjurkan Rasulullah SAW dan tidak terbatas hanya pada bulan Muharram.
Puasa Ayyamul Bidh dikenal sebagai ibadah yang memiliki banyak keutamaan. Selain menjadi sarana meningkatkan ketakwaan, puasa ini juga membantu seorang Muslim menjaga konsistensi dalam beribadah sepanjang tahun. Karena bertepatan dengan bulan Muharram yang mulia, pahala dan nilai spiritualnya menjadi semakin istimewa.
15. Membaca Amalan Setelah Salat Subuh
Sebagian ulama menganjurkan untuk memperbanyak zikir dan wirid setelah salat Subuh, terutama saat memasuki bulan Muharram. Waktu setelah Subuh dianggap sebagai salah satu waktu yang penuh keberkahan untuk berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Di antara amalan yang sering disebutkan adalah membaca basmalah dan Ayat Kursi dalam jumlah tertentu. Amalan tersebut dilakukan dengan harapan memperoleh kemudahan rezeki, perlindungan dari berbagai musibah, serta keberkahan dalam menjalani aktivitas sepanjang hari atas izin Allah SWT.
Baca Juga: Amalan Malam Nuzulul Quran Beserta Sejarah dan Keutamaannya
16. Memotong Kuku
Menjaga kebersihan diri merupakan bagian dari ajaran Islam yang sangat dianjurkan. Salah satu bentuknya adalah memotong kuku yang termasuk amalan fitrah sebagaimana dijelaskan dalam berbagai hadis Rasulullah SAW.
Selain menjaga kesehatan dan kebersihan, memotong kuku juga mencerminkan kepedulian seorang Muslim terhadap kesucian lahir dan batin. Karena itu, para ulama memasukkan amalan ini sebagai salah satu perbuatan baik yang dianjurkan untuk dilakukan pada bulan Muharram.
17. Ziarah kepada Ulama dan Orang Saleh
Berkunjung kepada ulama, guru agama, maupun makam para wali dan orang saleh juga termasuk amalan yang dianjurkan pada bulan Muharram. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para pewaris ilmu dan orang-orang yang telah berjasa dalam menyebarkan ajaran Islam.
Selain memperoleh pelajaran dan keteladanan, ziarah juga dapat menjadi sarana untuk mengingat kematian serta memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Banyak ulama menilai bahwa berziarah dapat membantu seseorang memperoleh ketenangan hati dan motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Yuk Amalkan Kebaikan di Bulan Muharram
Berbagai amalan di bulan Muharram dapat menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk meningkatkan keimanan, memperbanyak ibadah, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT di awal tahun Hijriah. Mulai dari puasa sunnah, salat, sedekah, hingga mempererat silaturahmi, setiap amalan memiliki keutamaan yang dapat membawa keberkahan dalam kehidupan.
Sobat Mada, manfaatkan bulan yang mulia ini untuk memperbanyak amal saleh dan memulai tahun baru dengan semangat hijrah menuju pribadi yang lebih baik. Jika artikel ini bermanfaat, jangan lupa share artikel kepada keluarga, teman, dan kerabat agar semakin banyak yang mengetahui amalan-amalan yang dianjurkan di bulan Muharram.







