.Sejarah Hari Anak Nasional menjadi informasi yang menarik untuk diketahui, terutama menjelang peringatan yang berlangsung setiap tanggal 23 Juli. Sobat Mada, peringatan ini bukan hanya menjadi momen untuk merayakan keceriaan anak-anak, tetapi juga mengingatkan seluruh masyarakat akan pentingnya memenuhi hak, memberikan perlindungan, serta mendukung tumbuh kembang mereka. Dengan memahami sejarahnya, kita dapat mengetahui alasan di balik penetapan Hari Anak Nasional di Indonesia.
Banyak orang mengenal Hari Anak Nasional sebagai peringatan tahunan, tetapi belum memahami bagaimana awal mula peringatan ini ditetapkan. Padahal, Hari Anak Nasional memiliki latar belakang sejarah yang berkaitan dengan komitmen pemerintah. Tentunya dalam meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan anak sebagai generasi penerus bangsa. Karena itulah, setiap tahunnya peringatan ini selalu mengangkat tema yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap masa depan anak Indonesia.
Melalui artikel ini, Sobat Mada akan menemukan pembahasan lengkap mengenai sejarah Hari Anak Nasional. Mulai dari asal usul penetapannya, alasan mengapa diperingati setiap 23 Juli, hingga makna penting peringatan tersebut bagi masyarakat Indonesia. Selain itu, artikel ini juga akan mengulas tujuan Hari Anak Nasional serta perannya dalam mendorong terciptanya lingkungan yang aman, sehat, dan ramah bagi setiap anak. Yuk, simak penjelasan lengkapnya sampai akhir!
Sejarah Hari Anak Nasional
Hari Anak Nasional di Indonesia berawal dari gagasan Hari Kanak-Kanak Nasional yang diinisiasi oleh Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Organisasi yang berdiri pada tahun 1946 ini merupakan kelanjutan dari Kongres Perempuan Indonesia pertama yang diselenggarakan pada 22 Desember 1928. Dalam sidang Kowani tahun 1951, muncul usulan agar Indonesia memiliki hari khusus untuk memberikan perhatian terhadap hak, kesejahteraan, dan masa depan anak-anak.
Usulan tersebut kemudian diwujudkan melalui penyelenggaraan Pekan Kanak-Kanak pada tahun 1952 sebagai perayaan Hari Kanak-Kanak Nasional yang pertama. Pada acara tersebut, anak-anak mengikuti pawai menuju Istana Merdeka dan disambut langsung oleh Presiden Soekarno. Antusiasme masyarakat terhadap perayaan ini membuat Kowani kembali menyusun konsep peringatan yang lebih matang dalam sidangnya di Bandung pada tahun 1953.
Awal Mula Perlindungan Hak Anak di Dunia
Perjalanan perlindungan hak anak tidak hanya berkembang di Indonesia, tetapi juga mendapat perhatian masyarakat internasional. Salah satu tonggaknya dimulai pada tahun 1923, ketika Eglantyne Jebb menyusun Declaration of the Rights of the Child atau Pernyataan Hak-Hak Anak. Deklarasi tersebut menegaskan bahwa setiap anak berhak memperoleh identitas, kewarganegaraan, perlindungan, pendidikan. Selain itu juga kesehatan, makanan, kesempatan bermain, rekreasi, serta hak untuk berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat tanpa diskriminasi.
Setahun kemudian, tepatnya pada 1924, Liga Bangsa-Bangsa (LBB) mengadopsi deklarasi tersebut menjadi Deklarasi Jenewa tentang Hak Anak. Langkah ini menjadi dasar penting bagi perkembangan kebijakan perlindungan anak di berbagai negara. Setelah itu, pada tahun 1946, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membentuk United Nations Children’s Fund (UNICEF) untuk mendukung pemenuhan hak dan kesejahteraan anak di seluruh dunia.
Baca Juga: Kapan Hari Anak 2026? Berikut Tanggal Perayaan dan Sejarahnya
Indonesia dan Konvensi Hak Anak
Komitmen dunia terhadap perlindungan anak semakin diperkuat ketika Tahun Anak Internasional diperingati pada tahun 1979. Pada masa tersebut mulai disusun Convention on the Rights of the Child (Konvensi Hak Anak) yang kemudian disahkan oleh Majelis Umum PBB pada 20 November 1989. Konvensi ini menjadi landasan internasional dalam menjamin hak-hak anak di berbagai negara.
Indonesia menunjukkan dukungannya terhadap perlindungan anak dengan ikut menandatangani Konvensi Hak Anak pada 26 Januari 1990. Sejak saat itu, berbagai kebijakan dan program perlindungan anak terus dikembangkan sebagai bentuk komitmen negara dalam memenuhi hak-hak anak. Sekaligus menjadi salah satu landasan penting dalam penyelenggaraan peringatan Hari Anak Nasional setiap tahunnya.
Kenapa 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional?
Tanggal peringatan Hari Anak Nasional di Indonesia tidak selalu sama seperti yang dikenal saat ini. Pada awal penyelenggaraannya, belum ada penetapan tanggal khusus untuk memperingati Hari Anak. Berdasarkan hasil Sidang Kongres Wanita Indonesia (Kowani) di Bandung pada tahun 1953, Pekan Kanak-Kanak diselenggarakan secara rutin pada minggu kedua bulan Juli. Bertepatan dengan masa libur kenaikan kelas agar lebih banyak anak dapat berpartisipasi.
Seiring berjalannya waktu, penetapan tersebut dinilai kurang memiliki nilai historis karena tidak dilakukan pada tanggal yang tetap setiap tahunnya. Oleh sebab itu, pada tahun 1959 pemerintah menetapkan peringatan Hari Anak dilaksanakan pada 1–3 Juni. Pemilihan waktu tersebut berdekatan dengan hari ulang tahun Presiden Soekarno sekaligus berdekatan dengan peringatan Hari Anak Internasional yang saat itu juga diperingati pada awal Juni.
Perubahan kembali dilakukan pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Melalui Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1984, pemerintah menetapkan 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional. Tanggal tersebut dipilih untuk mengenang pengesahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak yang disahkan pada 23 Juli 1979. Sejak saat itu, Hari Anak Nasional diperingati setiap tanggal 23 Juli sebagai momentum untuk meningkatkan perhatian terhadap pemenuhan hak, perlindungan, dan kesejahteraan anak Indonesia.
Perlindungan Hak Anak dalam Peraturan di Indonesia
Komitmen Indonesia dalam melindungi hak-hak anak telah diwujudkan melalui berbagai regulasi. Salah satu tonggak pentingnya adalah diterbitkannya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. Undang-undang ini menjadi dasar awal yang mengatur hak-hak anak sekaligus menegaskan tanggung jawab negara dalam menjamin kesejahteraan mereka.
Dalam undang-undang tersebut dijelaskan bahwa setiap anak memiliki beberapa hak dasar yang harus dipenuhi. Di antaranya hak memperoleh kesejahteraan, pengasuhan, perawatan, dan bimbingan yang dilandasi kasih sayang. Anak juga berhak mendapatkan pelayanan untuk mengembangkan kemampuan dan kehidupan sosialnya, memperoleh perlindungan sejak masih dalam kandungan hingga setelah lahir. Serta terbebas dari berbagai kondisi yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangannya.
Komitmen tersebut semakin diperkuat ketika Indonesia meratifikasi Konvensi Hak Anak yang telah disahkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ratifikasi ini dilakukan melalui Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1990 yang secara resmi mengesahkan Convention on the Rights of the Child sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam menjamin pemenuhan hak-hak anak.
Seiring berkembangnya tantangan yang dihadapi anak-anak, pemerintah kembali memperkuat perlindungan hukum. Caranya dengan menerbitkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri. Kehadiran regulasi ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan perlindungan terhadap anak, terutama sebagai respons atas meningkatnya berbagai kasus kekerasan dan tindak kriminal yang melibatkan anak pada akhir tahun 1990-an.
Baca Juga: Hari Anak Nasional 2026: Tanggal, Sejarah, Tema, Cara Merayakan
Yuk, Pahami Sejarah Hari Anak Nasional dan Jadikan Momen Ini Lebih Bermakna!
Sejarah Hari Anak Nasional mengajarkan bahwa perlindungan, kesejahteraan, dan pemenuhan hak anak merupakan tanggung jawab bersama. Peringatan setiap tanggal 23 Juli bukan hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga pengingat agar seluruh elemen masyarakat terus menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak Indonesia.
Sobat Mada, dengan memahami perjalanan panjang Hari Anak Nasional, kita dapat semakin menghargai berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah, lembaga, dan masyarakat dalam memperjuangkan hak-hak anak. Semoga peringatan ini menjadi inspirasi untuk terus memberikan kasih sayang, perlindungan, serta kesempatan terbaik bagi setiap anak agar mereka tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas.
Semoga informasi mengenai sejarah Hari Anak Nasional dalam artikel ini dapat menambah wawasan Sobat Mada. Jika artikel ini bermanfaat, jangan lupa share artikel ini kepada keluarga, teman, rekan guru, maupun komunitas pendidikan agar semakin banyak orang memahami pentingnya sejarah dan makna Hari Anak Nasional bagi masa depan anak-anak Indonesia.






