Bulan Ramadhan selalu membawa suasana yang berbeda, termasuk dalam urusan kuliner. Menjelang waktu berbuka puasa, berbagai hidangan khas Ramadhan mulai bermunculan dan menggoda selera. Makanan-makanan ini bukan hanya menjadi pelengkap ibadah puasa, tetapi juga bagian dari tradisi yang telah melekat di masyarakat.
Di berbagai daerah Indonesia, Ramadhan dirayakan dengan sajian kuliner yang beragam dan unik. Setiap daerah memiliki makanan khas yang biasanya hanya mudah ditemukan saat bulan puasa tiba. Dari takjil manis hingga hidangan utama, kuliner Ramadhan mencerminkan kekayaan budaya dan cita rasa lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Macam kuliner khas Ramadhan dari berbagai daerah tidak hanya menawarkan kelezatan, tetapi juga menyimpan cerita tentang kebersamaan dan kebiasaan masyarakat setempat. Melalui makanan, nilai berbagi, kebersamaan, dan rasa syukur semakin terasa, menjadikan Ramadhan sebagai momen yang selalu dinanti setiap tahunnya.
Baca Juga: Simak! Ragam Tradisi Ramadhan Berbagai Daerah di Indonesia
Makna Kuliner Khas Ramadhan di Berbagai Daerah
Kuliner khas Ramadhan bukan sekadar hidangan berbuka, tetapi juga memiliki makna kebersamaan dan tradisi. Di berbagai daerah, makanan khas Ramadhan menjadi simbol berbagi, mempererat hubungan sosial, serta melestarikan budaya lokal yang diwariskan turun-temurun. Selain itu, sajian khas ini juga mencerminkan nilai syukur dan kesederhanaan yang identik dengan bulan suci Ramadhan.
Baca Juga: Seru! 17 Tradisi Unik Saat Ramadhan di Berbagai Negara
Macam Kuliner Khas Ramadhan dari Berbagai Daerah
1. Putu mangkok – Kepulauan Riau
Berbuka puasa memang paling pas jika kita menyantap kudapan manis. Setuju tidak? Di Kepulauan Riau, masyarakat memiliki satu kuliner Ramadan yang khas yaitu Putu Mangkok. Kue dengan bahan utama tepung beras ini memiliki rasa yang manis, tetapi tidak akan membuat kita merasa enek, berkat parutan kelapa yang memberi rasa gurih. Lalu, apa yang membedakan putu ini dengan putu pada umumnya? Kalau soal rasa mungkin kurang lebih sama, hanya saja yang menjadi keunikannya adalah bentuknya. Sama seperti namanya, Putu Mangkok ini berbentuk menyerupai mangkok yang terbalik.
2. Sotong pangkong – Pontianak, Kalimantan Barat
Jika kita memiliki kesempatan untuk berkunjung ke Pontianak, Kalimantan Barat selama bulan Ramadan, jangan lupa untuk mencicipi Sotong Pangkong. Kuliner yang satu ini menggunakan cumi sebagai bahan utama. Salah satu yang menjadi daya tarik adalah cumi tersebut tidak digoreng tapi dipanggang. Namun, sebelum itu, cumi sudah terlebih dahulu dijemur sampai kering. Sebelum disajikan, daging cumi yang sudah dipanggang akan dipukul-pukul dengan palu, agar daging lebih empuk dan mudah dikunyah. Sotong Pangkong ini umumnya disantap bersama bumbu kacang atau diolah dengan bumbu pedas manis.
3. Barongko – Makassar, Sulawesi Selatan
Barongko adalah makanan khas Suku Bugis, Makassar, yang memiliki rasa manis dan gurih. Bahan yang digunakan untuk mengolah Barongko adalah pisang, telur, santan, gula pasir, dan garam. Bahan-bahan tersebut dihaluskan dan dicampur, setelah itu adonan akan dibungkus dengan daun pisang lalu dikukus. Bagi yang suka berbuka puasa dengan makanan dingin, Barongko ini dapat dimasukkan ke dalam kulkas dulu, lalu dikeluarkan saat sudah mendekati waktu berbuka.
4. Kue Asidah – Maluku
Kuliner Ramadan selanjutnya yang tidak kalah enak adalah Kue Asidah dari Maluku. Kue ini sebenarnya berasal dari Arab dan masyarakat Maluku mulai mengenal kue ini saat Islam mulai masuk ke wilayah Indonesia bagian timur. Sepanjang bulan Ramadan, Kue Asidah sering dijadikan sebagai takjil karena rasanya yang cukup manis. Tidak perlu bersusah payah untuk membuatnya sendiri, karena kue ini akan sangat mudah dijumpai di pasar takjil dan di pinggir-pinggir jalan sepanjang bulan Ramadan.
5. Bongko kopyor – Gresik, Jawa Timur
Sebagian dari kita mungkin belum pernah mendengar tentang Bongko Kopyor. Ini adalah takjil yang sangat terkenal khususnya di Gresik, Jawa Timur lho. Kuliner Ramadan yang satu ini terbuat dari bubur mutiara, nangka, roti tawar, kelapa muda, pisang, dan santan yang kemudian dibungkus dengan daun pisang lalu dikukus. Bongko Kopyor ini sangat mudah ditemukan di pinggir jalan ketika bulan Ramadan.
6. Kicak – Daerah Istimewa Yogyakarta
Salah satu kuliner khas bulan puasa yang cocok disantap untuk berbuka, dan sangat legendaris adalah Kicak. Takjil dengan rasa manis bercampur gurih ini terbuat dari ketan yang diberi santan, nangka, dan kelapa parut. Dulunya, Kicak tidak dibuat dari ketan lho. Melainkan dari singkong, namun ada sedikit perubahan pada bahan utamanya.
7. Mi Glosor – Bogor, Jawa Barat
Bergeser ke Bogor, Jawa Barat, kuliner buka puasa yang sangat populer adalah Mi Glosor. Sepanjang bulan Ramadan, penjual Mi Glosor akan meningkat. Kita dapat menemukannya dengan mudah di pinggir jalan atau di pasar takjil. Mungkin ada sebagian dari kita yang bertanya-tanya, mengapa dinamai Mi Glosor? Ternyata, nama tersebut diambil karena Mi yang menjadi bahan utamanya memiliki tekstur sangat licin, sehingga sangat mudah ditelan seperti meluncur begitu saja di tenggorokan. Tekstur licin tersebut didapatkan karena bahan pembuatan mi bukan tepung terigu tetapi tepung singkong atau aci. Unik, ya!
8. Ketan Bintul – Banten
Satu lagi kuliner Ramadan yang selalu diburu khususnya masyarakat Banten, yaitu Ketan Bintul. Menu yang konon sudah ada sejak abad ke-16 ini terbuat dari ketan yang diberi taburan serundeng (kelapa parut yang disangrai dengan berbagai rempah-rempah). Sebagai pelengkap, Ketan Bintul biasanya dicocol dengan kuah semur daging dan ada pula yang menyantapnya dengan empal daging sapi.
Baca Juga: 70+ Poster Ramadhan 2026 Desain Menarik & Elegan
Tips Berburu Kuliner Ramadan
Bagaimana, ulasan seputar kuliner Ramadan yang telah disebutkan di atas bikin ngiler, ya? Tahan dulu, berikut ini ada beberapa tips berburu kuliner Ramadan yang perlu diperhatikan.
- Sebelum berangkat ke tempat tujuan wisata kuliner, sebaiknya kita cari tahu dulu apa yang menjadi ciri khas di sana. Apa saja makanan dan minuman yang dijual, sehingga kita sudah memiliki bayangan mengenai apa yang akan dibeli.
- Sebaiknya, jangan datang terlalu sore.
- Bawa air minum! Membawa air minum sangat penting untuk berjaga-jaga, siapa tahu kita terkena macet dan belum tiba di tempat kuliner tujuan setelah adzan Maghrib.
- Siapkan paling tidak satu botol air putih dan letakkan di dalam tas yang kita bawa.
- Cari tahu masjid atau mushola terdekat.
- Bawa kotak makanan pribadi untuk menghindari terlalu banyak sampah plastik dari beragam kuliner Ramadan yang kita beli.
Macam kuliner khas Ramadhan dari berbagai daerah menjadi bukti bahwa bulan suci ini dirayakan dengan cara yang beragam namun penuh makna. Melalui makanan khas, masyarakat tidak hanya menikmati hidangan lezat, tetapi juga menjaga tradisi, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan rasa syukur. Inilah yang membuat Ramadhan terasa istimewa dan selalu dirindukan setiap tahunnya.








