Menu sahur sehat untuk anak menjadi kunci penting agar anak tetap kuat, fokus, dan ceria saat menjalani puasa. Sahur bukan sekadar rutinitas dini hari. Sahur adalah bekal energi anak untuk beraktivitas seharian. Jika salah memilih menu, anak bisa cepat lapar. Anak juga mudah lemas dan rewel. Karena itu, sahur perlu disiapkan dengan cermat.
Membiasakan anak sahur sehat juga membantu membangun pola makan yang baik. Anak belajar mengenali makanan bergizi sejak dini. Anak pun lebih siap menjalani puasa dengan nyaman. Sahur yang tepat membuat anak tidak mudah mengantuk. Konsentrasi belajar tetap terjaga. Mood anak juga lebih stabil sepanjang hari.
Sobat Mada tidak perlu menyiapkan menu yang rumit. Menu sahur sehat untuk anak bisa sederhana dan praktis. Kuncinya ada pada keseimbangan gizi. Karbohidrat, protein, lemak sehat, dan serat perlu hadir bersama. Dengan pilihan menu yang tepat, sahur bisa jadi momen menyenangkan. Anak pun semangat bangun dan tidak merasa terpaksa.
Apa yang sebaiknya dimakan anak-anak untuk sahur?
Sahur untuk anak perlu memperhatikan kebutuhan energi yang tahan lama. Makanan yang dipilih sebaiknya mudah dicerna. Kandungan gizinya harus lengkap. Anak membutuhkan karbohidrat kompleks. Anak juga perlu protein berkualitas. Lemak sehat dan serat tidak boleh dilupakan.
Karbohidrat kompleks membantu energi dilepas perlahan. Anak jadi tidak cepat lapar. Protein membantu menjaga massa otot. Protein juga membuat anak kenyang lebih lama. Lemak sehat mendukung fungsi otak. Serat menjaga pencernaan tetap nyaman.
Selain makanan utama, cairan juga penting. Anak harus cukup minum saat sahur. Air putih adalah pilihan terbaik. Susu bisa menjadi pelengkap. Buah dengan kandungan air tinggi juga membantu hidrasi.
Baca juga: Wajib Tahu! Simak Hal Penting Sebelum Anak Belajar Berpuasa
10 Menu Sahur Sehat untuk Anak Praktis agar Kuat Puasa
Memilih menu sahur sehat untuk anak tidak harus ribet. Banyak menu sederhana yang bisa disiapkan cepat. Bahan mudah didapat. Rasanya juga ramah di lidah anak. Berikut ini sepuluh pilihan menu sahur yang praktis dan bergizi.
1. Nasi Merah, Telur Orak-Arik, dan Tumis Sayur
Menu ini sangat seimbang. Nasi merah kaya serat. Energinya dilepas lebih lambat. Telur orak-arik menjadi sumber protein yang mudah dicerna. Tumis sayur menambah vitamin dan mineral. Sobat Mada bisa memilih wortel dan buncis. Tambahkan sedikit bawang putih agar harum. Gunakan minyak secukupnya. Rasa gurih alami membuat anak mudah menerima menu ini. Menu ini cocok untuk anak yang baru belajar puasa. Perut terasa nyaman lebih lama. Anak tidak mudah lapar di siang hari.
2. Nasi Putih, Ayam Panggang, dan Sup Wortel
Ayam panggang lebih sehat dibanding ayam goreng. Lemaknya lebih rendah. Proteinnya tetap tinggi. Nasi putih memberikan energi cepat. Sup wortel membantu hidrasi. Kuah hangat juga membuat perut terasa ringan. Wortel mengandung vitamin A. Baik untuk daya tahan tubuh. Menu ini cocok untuk anak yang kurang suka sayur tumis. Sobat Mada bisa menyiapkan ayam panggang sejak malam. Saat sahur, tinggal menghangatkan. Waktu jadi lebih efisien.
3. Oatmeal Susu dengan Pisang dan Madu
Oatmeal adalah sumber karbohidrat kompleks. Kandungan seratnya tinggi. Anak merasa kenyang lebih lama. Susu menambah protein dan kalsium. Pisang memberi rasa manis alami. Madu bisa ditambahkan sedikit. Rasa jadi lebih disukai anak. Teksturnya juga lembut dan mudah ditelan. Menu ini cocok untuk sahur cepat. Cocok juga untuk anak yang tidak terbiasa makan nasi pagi hari.
4. Roti Gandum Isi Telur dan Keju
Roti gandum mengandung serat lebih tinggi. Telur menjadi sumber protein utama. Keju menambah lemak sehat dan rasa gurih. Menu ini praktis dan mengenyangkan. Anak bisa makan tanpa merasa berat. Tambahkan selada agar lebih segar. Sobat Mada bisa mengemasnya seperti sandwich. Anak biasanya lebih tertarik dengan bentuk ini.
5. Nasi, Ikan Goreng, dan Sayur Bening Bayam
Ikan kaya protein dan omega-3. Nutrisi ini baik untuk otak anak. Sayur bening bayam ringan di perut. Kuahnya membantu asupan cairan. Pilih ikan yang durinya sedikit. Lele atau nila bisa jadi pilihan. Goreng dengan minyak secukupnya. Menu ini cocok untuk anak yang aktif. Energinya cukup hingga waktu berbuka.
6. Kentang Rebus, Daging Cincang, dan Brokoli
Kentang adalah sumber karbohidrat alternatif. Rasanya netral dan mengenyangkan. Daging cincang memberikan protein dan zat besi. Brokoli kaya serat dan vitamin C. Teksturnya bisa dibuat lebih lembut. Anak jadi lebih mudah makan. Menu ini cocok untuk variasi sahur. Anak tidak bosan dengan nasi.
7. Nasi Tim Ayam dan Wortel
Nasi tim sangat ramah untuk pencernaan. Teksturnya lembut. Ayam dan wortel melengkapi gizinya. Menu ini cocok untuk anak usia kecil. Cocok juga untuk anak yang sulit makan pagi hari. Sobat Mada bisa menyiapkannya dengan rice cooker. Prosesnya praktis dan hemat waktu.
8. Pasta Gandum dengan Saus Tomat dan Daging
Pasta gandum mengandung karbohidrat kompleks. Saus tomat kaya antioksidan. Daging melengkapi protein. Rasanya cenderung disukai anak. Tampilan juga menarik. Tambahkan sedikit keju parut agar lebih menggoda. Menu ini bisa jadi alternatif modern. Sahur terasa lebih seru.
9. Bubur Ayam Homemade
Bubur ayam mudah dicerna. Cocok untuk perut yang sensitif. Ayam suwir memberikan protein. Tambahkan sedikit kacang kedelai rebus. Serat dan protein bertambah. Kuah hangat membuat anak nyaman. Menu ini cocok untuk sahur pertama anak. Risiko sakit perut lebih kecil.
10. Nasi, Tahu Tempe, dan Sayur Capcay
Tahu dan tempe adalah protein nabati. Mudah dicerna dan ramah di perut. Capcay mengandung banyak sayur. Warna sayur yang beragam menarik perhatian anak. Nutrisi pun lebih lengkap. Menu ini hemat dan bergizi. Cocok untuk sahur keluarga.
Baca juga: 50+ Tema Pesantren Kilat Ramadhan 2026 di Sekolah
Makanan apa yang harus dihindari saat makan sahur?
Tidak semua makanan cocok untuk sahur anak. Beberapa jenis makanan justru membuat anak cepat lemas. Ada juga yang memicu haus berlebihan. Makanan terlalu manis perlu dibatasi. Gula membuat energi naik cepat. Energi juga turun lebih cepat. Anak jadi mudah lapar.
Makanan tinggi garam juga sebaiknya dihindari. Garam memicu rasa haus. Anak bisa merasa tidak nyaman saat puasa. Makanan berlemak tinggi juga perlu dikurangi. Gorengan berlebihan sulit dicerna. Perut anak bisa terasa begah. Minuman berkafein tidak dianjurkan. Teh dan kopi bisa mengganggu tidur. Anak jadi kurang bugar saat puasa.
Menu sahur sehat untuk anak adalah investasi energi dan kesehatan. Pilihan menu yang tepat membantu anak menjalani puasa dengan lebih nyaman. Anak tetap aktif dan ceria sepanjang hari.
Sobat Mada tidak perlu khawatir soal kerumitan. Menu sederhana pun bisa sangat bergizi. Kuncinya ada pada keseimbangan dan variasi. Dengan sahur yang tepat, puasa menjadi pengalaman menyenangkan. Anak belajar disiplin dan mandiri. Ramadan pun terasa lebih bermakna bagi seluruh keluarga.

Owner Presmada.








