Unik! Ragam Makanan Khas Lebaran dari Berbagai Negara

Perayaan Hari Raya Idul Fitri tidak hanya identik dengan silaturahmi dan tradisi saling memaafkan, tetapi juga dengan berbagai hidangan khas yang menggugah selera. Di banyak negara, Lebaran dirayakan dengan makanan tradisional yang menjadi simbol kebersamaan dan kebahagiaan setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh.

Setiap negara memiliki sajian Lebaran yang unik sesuai dengan budaya dan kebiasaan masyarakatnya. Ada yang menyajikan hidangan manis sebagai simbol kebahagiaan, ada pula yang menghadirkan makanan gurih yang dinikmati bersama keluarga besar.

Keberagaman makanan khas Lebaran dari berbagai negara ini menunjukkan betapa luasnya tradisi Idul Fitri di seluruh dunia. Menariknya, meskipun berbeda cita rasa dan bahan, semua hidangan tersebut memiliki makna yang sama, yaitu merayakan kemenangan dan mempererat kebersamaan.

Baca Juga: Menarik! Makanan Khas Lebaran di Berbagai Daerah di Indonesia

Ragam Makanan Khas Lebaran dari Berbagai Negara

Perayaan Idul Fitri di berbagai negara selalu identik dengan hidangan khas yang disajikan untuk keluarga dan tamu yang datang bersilaturahmi. Setiap negara memiliki makanan tradisional dengan cita rasa dan cara penyajian yang berbeda, namun semuanya memiliki makna kebersamaan dan rasa syukur setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan.

1. Turki – Baklava dan Turkish delight

Di Turki, Idul Fitri dikenal dengan sebutan “Şeker Bayramı” atau Festival Gula. Sesuai dengan namanya, makanan manis seperti baklava dan Turkish delight menjadi sajian khas yang tidak boleh terlewat. Baklava adalah pastry berlapis yang diisi dengan kacang dan dilapisi sirup madu. Sementara itu, Turkish delight memiliki tekstur kenyal dan manis, sering diberikan kepada anak-anak sebagai pengganti uang angpau.

2. Mesir – Kahk

​​​​​​​Di Mesir, makanan khas Lebaran adalah Kahk, kue berbentuk bulat dengan taburan gula halus di atasnya. Kahk sudah ada sejak zaman Mesir kuno dan biasanya diisi dengan kacang-kacangan, madu, atau hanya taburan gula. Kue ini rendah kalori dan dipercaya memberi energi setelah sebulan berpuasa.

3. Maroko – Malwi dan djaj Mhamar

​​​​​​​Maroko merayakan Idul Fitri dengan lebih tenang dibanding Idul Adha. Setelah salat Ied, keluarga-keluarga biasanya berkumpul untuk menyantap malwi, roti yang mirip dengan roti cane dan disajikan dengan madu serta teh mint. Sedangkan Djaj Mhamar adalah hidangan ayam berbumbu khas Maroko yang juga sering dihidangkan.

4. Maladewa – Gulha dan Kulhi Boakibaa

​​​​​​​Negara kepulauan dengan mayoritas penduduk Muslim, Maladewa menyajikan hidangan laut saat Lebaran. Gulha adalah bola-bola ikan dengan rasa gurih, sedangkan Kulhi Boakibaa adalah nasi berbumbu dengan potongan daging tuna segar. Kedua makanan ini menjadi favorit saat perayaan Idul Fitri.

5. India – Hyderabadi Haleem

​​​​​​​Di India, umat Muslim merayakan Idul Fitri dengan menyantap Hyderabadi Haleem, bubur gandum yang kaya rempah. Hidangan ini terdiri dari gandum, daging sapi atau kambing, kacang lentil, serta bawang goreng dan perasan lemon. Cita rasanya yang gurih membuatnya menjadi primadona di meja makan saat Lebaran.

6. Pakistan – Sheer Kurma

Pakistan memiliki hidangan manis khas Lebaran bernama Sheer Kurma, puding kurma yang dicampur dengan susu dan mie vermicelli. Sheer Kurma biasanya dihiasi dengan kacang pistachio, almond, kismis, dan air mawar. Hidangan ini sering disajikan sebagai sarapan atau makanan penutup selama Lebaran.

7. Tiongkok – Sup Mie La Mian

​​​​​​​Di Tiongkok, komunitas Muslim minoritas merayakan Lebaran dengan menyantap Sup Mie La Mian. Mie ini dibuat dari adonan tepung terigu yang ditarik panjang dengan tangan dan disajikan dalam kuah kaldu hangat. Hidangan ini menjadi simbol panjang umur dan keberkahan.

8. Debyaza dan Halawa, Turki

Di Turki ada makanan penutup yang selalu dicari yaitu debyawa dan halawa. Kedua makanan tersebut merupakan puding tradisional yang biasa disiapkan tiga hari sebelum Lebaran karena proses pembuatannya memakan waktu cukup lama. Rasanya yang lezat membuat kehadiran dua makanan itu selalu ditunggu-tunggu saat hari raya.

9. Bastilla Ayam dan Tangine, Maroko

Maroko juga memiliki beberapa makanan khas Lebaran, antara lain; bastilla ayam dan tangine. Bastilla ayam atau chicken bastilla merupakan sejenis kue yang berbahan dasar ayam. Rasanya campur aduk karena adonan ayam diberi bumbu kunyit, kayu manis, lada dan jahe. Namun, setelah adonan matang justru ditaburi gula tepung dan kayu manis bubuk. Untuk tangine, wujudnya seperti semur yang bahan dasarnya bisa menggunakan daging domba atau daging ayam. Seperti halnya semur, masakan ini juga kaya akan rempah karena menggunakan lada, kayu manis, bawang merah, kunyit dan jahe sebagai bumbunya. Uniknya, tangine juga merggunakan kurma yang dicampur menjadi satu.

10. Gulha dan Kulhi Boakibaa, Maladewa

Maladewa memiliki sumber daya alam laut yang luar biasa karena merupakan Negara kepulauan. Maka tidak heran jika makanan khas Lebaran pun merupakan makanan olahan dari hasil laut. Kuliner tersebut adalah Gulha dan Kulhi Boakibaa. Gulha merupakan camilan unik yang berbentuk bola-bola dan berasal dari olahan ikan. Sementara kulhi boakibaa adalah hidangan utama yang dibuat dari nasi dan ikan tuna.

11. Kahk, Mesir

Sebagai salah satu Negara Muslim di Afrika, penyebaran Islam di Mesir sudah berlangsung berabad-abad, sehingga mempengaruhi berbagai hal termasuk makanan khas. Salah satunya adalah kahk yang sudah ada semenjak 1540-1570 SM. Bahkan perayaan Lebaran di Mesir kurang lengkap tanpa kuliner ini. Beerbentuk bulat berisi kacang dan bertabur tepung gula, kahk memiliki kandungan kalori rendah namun berprotein dan karbohidrat baik untuk tubuh.

12. La Mian, China

Jumlah umat Muslim di China semakin bertambah dan mengalami peningkatan setiap tahunnya. Saat merayakan Lebaran, umat Muslim China juga mempunyai makanan khas yang lezat. Sup mie la mian ini adalah salah satunya, makanan tersebut terbuat dari adonan tepung terigu yang ditarik-tarik menggunakan tangan hingga enjadi helaian panjang. Sup la mian ini selalu hadir di meja saat Lebaran.

13. Bolani, Afghanistan

Warga Afganistan memiliki makan khas yang hanya ada saat Hari Raya Idul Fitri yaitu Bolani. Makanan ini merupakan olahan yang terdiri dari roti lapis is sayuran hijau, seperti bayam, kentang, labu, atau lentil. Kudapan ini memiliki rasa gurih yang khas dan sangat pas untuk makan di hari raya. Bolani sangat bergizi karena mengandung karbohidra, protein, fiber dan vitamin.

14. Chotpoti Curry, Bangladesh

Terkenal dengan makanan pedas, Bangladesh punya satu makanan khas Lebaran yaitu chotpoti curry. Ini adalah makanan kare yang terbuat dari chickpeas, tentan dan telur. Meski mengandung santan, chotpoti curry memiliki kalori lebih rending dibanding dari rending atau opor ayam.

15. Sa Nwin Ma Kin, Myanmar

Di Myanmar terdapat makanan khas Lebaran berupa san win ma kin. Kue atau puding yang dolah dari semolina atau butiran gandum. Semolina juga digunakan untuk membuat makanan lain seperti Halwa, yang juga sering dijumpai saat Idul Fitri. Makanan tersebut biasanya dipadukan dengan danbauk htamin, semacam biryani yang disajikan dengan irisan mangga, daun mint dan cabe hijau.

16. Ketupat Sayur, Indonesia

Di Negara yang mayoritas masyarakatnya menganut agama Islam ini terdapat berbagai macam makanan khas Lebaran yang lezat dan nikmat. Salah satu yang wajib tersedia adalah ketupat dengan sayur labuh, sayur krecek, sambal kentang ati dan opor ayam. Untuk pemanisnya, yang paling khas adalah berbagai kue seperti kue putri salju, nasta dan lidah kucing.

17. Manti, Rusia

Warga Muslim di Rusia biasanya membuat Manti menjelang Idul Fitri. Manti adalah pangsit yang biasanya diisi dengan campuran daging domba atau daging sapi yang dibumbui kemudian direbus atau dikukus. Untuk ukurannya sendiri bervariasi tergantung dari lokasi geografis pembuatan manti. Selain di Turki, makanan ini juga terkenal di kawasan Asia Selatan dan Asia Tengah.

Baca Juga: 20 Makanan Khas Imlek Paling Favorit Beserta Arti Filosofinya

Ragam makanan khas Lebaran dari berbagai negara menjadi bukti bahwa perayaan Idul Fitri selalu dipenuhi dengan tradisi kuliner yang khas dan bermakna. Selain memanjakan lidah, hidangan-hidangan ini juga menjadi bagian penting dari momen kebersamaan yang membuat Lebaran terasa semakin istimewa

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top