Narrative text merupakan salah satu jenis teks dalam bahasa Inggris yang sering dipelajari di sekolah. Teks ini bertujuan untuk menceritakan suatu peristiwa atau kisah secara runtut dan menarik. Melalui narrative text, pembaca diajak memahami alur cerita, tokoh, serta pesan moral yang disampaikan. Jenis teks ini banyak ditemukan dalam cerita rakyat, dongeng, hingga legenda.
Dalam pembelajaran bahasa Inggris, narrative text memiliki peran penting untuk melatih kemampuan membaca dan menulis siswa. Teks ini disusun dengan struktur yang khas dan memiliki ciri-ciri tertentu yang membedakannya dari jenis teks lainnya. Selain itu, penggunaan bahasa yang bersifat imajinatif membuat cerita terasa lebih hidup. Oleh karena itu, memahami konsep narrative text sangat membantu dalam meningkatkan pemahaman berbahasa.
Agar lebih mudah dipahami, penting untuk mengetahui pengertian, struktur, ciri-ciri, hingga jenis-jenis narrative text secara lengkap. Dengan memahami unsur-unsur tersebut, pembaca dapat menganalisis isi cerita dengan lebih baik. Tak hanya itu, contoh narrative text juga akan memudahkan proses belajar. Untuk penjelasan lengkap dan contoh menarik, simak artikel hingga akhir.
Pengertian Narrative Text
Narrative text merupakan jenis teks yang menyampaikan cerita atau kejadian secara runtut dan saling berkaitan antarperistiwanya. Teks ini umumnya bersifat imajinatif atau fiktif dan disusun dengan tujuan utama untuk menghibur pembaca.
Dalam narrative text, biasanya terdapat permasalahan yang memunculkan konflik agar alur cerita terasa menarik. Konflik tersebut kemudian berkembang hingga mencapai penyelesaian di akhir cerita, baik dengan penutup yang bahagia maupun berakhir sedih.
Struktur Narrative Text
Dalam menyusun sebuah narrative text, terdapat empat struktur utama (generic structure) yang perlu dipahami. Keempat bagian ini berperan penting agar alur cerita tersusun dengan jelas dan mudah dipahami oleh pembaca.
Orientation
Orientation merupakan bagian awal cerita yang berfungsi sebagai pengantar. Pada bagian ini, penulis memperkenalkan tokoh-tokoh yang terlibat serta latar cerita, seperti tempat, waktu, suasana, dan kondisi sosial yang melingkupi peristiwa.
Complication
Complication adalah bagian yang memuat munculnya konflik atau masalah dalam cerita. Tahapan ini meliputi rising action, yaitu saat masalah mulai berkembang, climax sebagai puncak konflik, serta falling action ketika ketegangan mulai mereda dan jalan keluar mulai terlihat.
Resolution
Resolution berisi penyelesaian dari konflik yang terjadi. Akhir cerita dapat berupa akhir bahagia, akhir sedih, maupun akhir terbuka yang menggantung dan memberi ruang bagi pembaca untuk menafsirkan sendiri kelanjutannya.
Re-orientation
Re-orientation merupakan bagian penutup yang biasanya memuat kesimpulan, pesan moral, atau perubahan sikap tokoh setelah konflik berakhir. Namun, bagian ini bersifat opsional karena tidak selalu muncul dalam setiap narrative text.
Baca Juga: 16 Contoh Teks Naratif Singkat dalam Bahasa Indonesia
Ciri-Ciri Narrative Text
Setelah memahami struktur narrative text, penting juga untuk mengenali karakteristik yang dimilikinya. Ciri-ciri ini menjadi pembeda utama antara narrative text dengan jenis teks bahasa Inggris lainnya.
Berikut beberapa ciri khas narrative text:
- Umumnya menggunakan kata ganti orang seperti I, we, she, dan he karena cerita biasanya berfokus pada tokoh tertentu dan bersifat individual.
- Narrative text sering ditulis menggunakan bentuk past tense, seperti simple past tense dan past continuous tense, karena menceritakan kejadian yang telah berlalu.
- Untuk membuat cerita lebih hidup dan menarik, narrative text kerap disertai dialog antar tokoh guna memperkuat imajinasi pembaca.
Jenis-Jenis Teks Narasi
Narrative text memiliki beragam jenis cerita dengan tema dan alur yang berbeda-beda. Setiap jenis teks narasi memiliki ciri khas tersendiri yang membuat cerita lebih menarik dan sesuai dengan tujuan penulis. Berikut beberapa jenis teks narasi yang umum ditemui beserta penjelasannya:
1. Fairytale (Cerita Dongeng)
Fairytale merupakan cerita khayalan yang biasanya melibatkan tokoh imajinatif seperti peri, raksasa, atau hewan yang bisa berbicara. Cerita ini sering mengandung pesan moral dan diakhiri dengan kebahagiaan.
2. Mystery (Cerita Misteri)
Jenis narasi ini berfokus pada teka-teki atau peristiwa yang belum terungkap. Alur ceritanya dibuat untuk memancing rasa penasaran pembaca hingga akhir cerita.
3. Horror Story (Cerita Seram)
Horror story bertujuan menimbulkan rasa takut atau tegang pada pembaca. Ceritanya sering menampilkan suasana gelap, makhluk menyeramkan, atau kejadian supranatural.
4. Science Fiction (Sci-Fi)
Sci-fi merupakan teks narasi yang mengangkat tema ilmu pengetahuan dan teknologi di masa depan. Cerita ini biasanya membahas hal-hal imajinatif seperti perjalanan waktu, robot, atau kehidupan di luar angkasa.
5. Romance (Cerita Romantis)
Romance berfokus pada kisah percintaan antar tokoh. Alur cerita menggambarkan perasaan, konflik emosional, dan hubungan yang berkembang seiring berjalannya cerita.
Selain jenis-jenis tersebut, masih banyak bentuk teks narasi lain yang bisa dikembangkan sesuai kreativitas penulis. Keberagaman jenis inilah yang membuat narrative text menarik untuk dibaca dan dipelajari.
Kaidah Kebahasaan Teks Narasi
Sebelum menulis contoh narrative text, penting untuk memahami kaidah kebahasaannya terlebih dahulu. Unsur kebahasaan inilah yang menjadi ciri utama teks narasi dan membedakannya dari jenis teks bahasa Inggris lainnya. Berikut beberapa language features atau kaidah kebahasaan yang umum digunakan dalam narrative text:
1. Menggunakan Simple Past Tense
Narrative text umumnya ditulis dengan simple past tense karena menceritakan kejadian yang sudah berlalu. Penggunaan bentuk lampau ini membantu pembaca memahami alur peristiwa secara runtut dan lebih mudah mengikuti cerita yang disampaikan. Kata kerja seperti lived, was walking, atau inched menandakan bahwa kejadian tersebut terjadi di masa lalu.
2. Menggunakan Adverb of Time
Adverb of time berfungsi untuk menjelaskan waktu terjadinya peristiwa, durasi, atau urutan kejadian dalam cerita. Kata keterangan waktu seperti one day, yesterday, early one morning, atau later that day membantu pembaca mengikuti kronologi cerita dengan lebih jelas. Dengan adanya adverb of time, alur cerita terasa lebih hidup dan terstruktur.
3. Menggunakan Adjective
Adjective atau kata sifat digunakan untuk memberikan gambaran yang lebih detail tentang tokoh, tempat, maupun suasana dalam cerita. Kata sifat seperti brave, dark, dan mysterious membuat cerita menjadi lebih deskriptif dan mampu membangkitkan imajinasi pembaca. Unsur ini membantu pembaca merasakan emosi dan atmosfer cerita.
4. Menggunakan Noun Phrase
Noun phrase merupakan gabungan kata yang berfungsi sebagai kata benda dan digunakan untuk memperjelas deskripsi dalam teks narasi. Contoh seperti the bright morning sun atau the calm waters of the lake memberikan gambaran yang lebih spesifik mengenai latar cerita. Penggunaan noun phrase membuat cerita terasa lebih detail dan menarik untuk dibaca.
Contoh Teks Narasi (Example of Narrative Text)
The Clever Deer and the Crocodile
Once upon a time, there lived a clever deer near a wide river. One day, the deer wanted to cross the river to find fresh grass, but many hungry crocodiles lived there. The deer had an idea and told the crocodiles that he was sent by the king to count them.
The crocodiles lined up across the river so the deer could count them one by one. While counting, the deer jumped on their backs and safely crossed the river. After reaching the other side, the deer thanked the crocodiles and ran away happily. The crocodiles then realized that they had been tricked.
Contoh Soal Narrative Text
1. Who is the main character in the story?
a. The crocodile
b. The king
c. The clever deer
d. The fisherman
Jawaban: c. The clever deer
2. Why did the deer want to cross the river?
a. To meet the king
b. Escape from the crocodiles
c. To find fresh grass
d. Count the crocodiles
Jawaban: c. To find fresh grass
3. What did the deer say to the crocodiles?
a. Wanted to be their friend
b. He was sent to count them
c. Was afraid of them
d. He wanted to fight them
Jawaban: b. He was sent to count them
4. How did the deer cross the river?
a. By swimming fast
b. Using a boat
c. By jumping on the crocodiles’ backs
d. Asking for help
Jawaban: c. By jumping on the crocodiles’ backs
5. What lesson can be learned from the story?
a. Strength is more important than intelligence
b. Helping others always brings rewards
c. Intelligence can help solve problems
d. Being greedy is always good
Jawaban: c. Intelligence can help solve problems
Baca Juga: Pengertian Teks Naratif, Struktur, Ciri-Ciri, Jenis dan Contoh
Yuk Perdalam Pemahaman Cerita Bahasa Inggris!
Melalui pembahasan narrative text beserta contoh dan soal latihannya, diharapkan Sobat Mada bisa lebih mudah memahami alur cerita, pesan moral, dan unsur kebahasaan yang digunakan. Jangan lupa untuk terus berlatih agar kemampuan membaca dan memahami teks bahasa Inggris semakin meningkat. Jika artikel ini bermanfaat, yuk bantu teman-teman lainnya dengan share artikel ini supaya makin banyak yang belajar bersama








