Hari Gizi Nasional (HGN) diperingati setiap tahun. Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang. Gizi yang baik berperan penting dalam menjaga kesehatan dan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Pada tahun 2026, Hari Gizi Nasional kembali menjadi perhatian. Pasalnya, masalah gizi masih menjadi tantangan di Indonesia. Isu seperti stunting, gizi kurang, dan pola makan tidak seimbang masih ditemukan di berbagai lapisan masyarakat.
Oleh karena itu, peringatan Hari Gizi Nasional 2026 menjadi momentum penting. Kegiatan ini mendorong masyarakat untuk menerapkan pola makan sehat. Selain itu, HGN juga mengajak semua pihak berperan aktif dalam perbaikan gizi.
Baca Juga: Hari Amal Bhakti Kemenag 2026: Tema, Logo, hingga Sejarahnya
Sejarah Peringatan Hari Gizi Nasional di Indonesia
Hari Gizi Nasional (HGN) diperingati setiap tanggal 25 Januari sebagai bentuk penghargaan terhadap awal mula pengkaderan tenaga gizi di Indonesia yang dimulai pada awal tahun 1950-an. Penetapan tanggal tersebut memiliki makna historis penting dalam perjalanan pembangunan gizi nasional.
Sejarah Hari Gizi Nasional berawal dari kebijakan dr. J. Leimena yang menjabat sebagai Menteri Kesehatan pada tahun 1950. Saat itu, ia memberikan kepercayaan kepada Prof. Poorwo Soedarmo untuk menangani persoalan gizi yang menjadi salah satu permasalahan utama kesehatan masyarakat Indonesia pasca kemerdekaan.
Menindaklanjuti mandat tersebut, Prof. Poorwo Soedarmo memimpin Lembaga Makanan Rakyat (LMR), sebuah institusi perintis yang berperan besar dalam pengembangan sistem dan kebijakan gizi di tingkat nasional. Lembaga ini menjadi fondasi awal upaya perbaikan gizi masyarakat Indonesia.
Pada tanggal 25 Januari 1951, Prof. Poorwo Soedarmo mendirikan Sekolah Juru Penerang Makanan yang bertujuan mencetak tenaga gizi terlatih. Lembaga pendidikan ini menjadi tonggak penting dalam sistem pengkaderan gizi, sekaligus sarana penyuluhan kepada masyarakat mengenai pentingnya konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang.
Berkat kontribusinya yang besar, Prof. Poorwo Soedarmo dikenal sebagai Bapak Gizi Indonesia. Ia tercatat sebagai guru besar pertama di bidang ilmu gizi di Universitas Indonesia dan memiliki peran strategis dalam perumusan kebijakan serta arah pembangunan gizi nasional.
Peringatan Hari Gizi Nasional pertama kali dilaksanakan oleh Lembaga Makanan Rakyat pada pertengahan dekade 1960-an. Sejak tahun 1970-an, penyelenggaraan HGN secara resmi dilanjutkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Direktorat Gizi Masyarakat.
Hingga saat ini, Hari Gizi Nasional terus diperingati setiap tahun sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi bagi kesehatan individu, keluarga, dan bangsa. Peringatan ini juga menjadi refleksi atas perjalanan panjang pembangunan gizi nasional yang telah berlangsung selama lebih dari tujuh dekade.
Baca Juga: Hari Guru Nasional 2025: Sejarah, Tema, Makna, & Ide Perayaan
Tema dan Makna Hari Gizi Nasional 2026
Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional ke-66 tahun 2026, Kementerian Kesehatan RI mengusung tema: “Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal”, dengan slogan: “Sehat Dimulai dari Piringku”.
Tema ini menekankan pentingnya pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber gizi seimbang yang mudah dijangkau dan sesuai dengan kearifan lokal masyarakat Indonesia. Sementara itu, slogan “Sehat Dimulai dari Piringku” bertujuan mengajak masyarakat untuk memulai pola hidup sehat melalui pilihan makanan harian yang lebih bergizi, beragam, dan seimbang.
Kampanye HGN 2026 juga diperkuat melalui penyebaran pesan edukatif dan promotif secara langsung maupun digital, serta penggunaan tagar resmi seperti #HGN66, #HGN2026, #HariGiziNasional2026, dan #PenuhiGiziSeimbangdariPanganLokal untuk memperluas jangkauan pesan serta meningkatkan partisipasi publik dalam gerakan bersama menuju masyarakat Indonesia yang lebih sehat.
Baca Juga: Hari Pahlawan Nasional 2025: Tema, Logo, hingga Sejarahnya
Logo Hari Gizi Nasional 2026 dan Filosofinya
Seiring dengan tema yang digunakan, Kemenkes juga merilis slogan yang akan digunakan dalam perayaan Hari Gizi Nasional tahun ini. Slogan “Sehat Dimulai dari Piringku” menjadi ajakan untuk memulai gaya hidup sehat lewat pilihan menu yang dikonsumsi sehari-hari.
Hashtag khusus sebagai bagian dari kampanye juga telah dirilis agar pesan tentang pentingnya gizi seimbang lebih mudah disebarkan ke masyarakat. Kampanye ini juga didukung lewat berbagai kegiatan edukatif dan promotif, baik berbagai kegiatan secara langsung maupun lewat media digital.
Untuk memperingati Hari Gizi Nasional yang memasuki tahun ke-66, Kemenkes merilis logo resmi yang dapat digunakan untuk setiap rangkaian kegiatan Hari Gizi Nasional tahun 2026 yang dapat digunakan sebagai identitas visual resmi dalam berbagai kegiatan peringatan HGN.
Logo ini merepresentasikan gambar piring lengkap dengan sendok dan garpu yang berisi makanan bergizi seimbang, ada nasi, sayur mayur, lauk pauk. Logo juga ditambah tulisan HGN2026 dengan tema yang diusung tahun ini.
Kemenkes juga merilis logo, spanduk, hingga flyer yang dapat digunakan di berbagai tempat untuk memperkuat pesan kampanye gizi seimbang dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi dalam momentum Hari Gizi Nasional 2026. Logo Hari Gizi Naional 2026 dapat diunduh melalui tautan berikut: Link Download Logo Resmi (dari situs Kemenkes). Halaman resmi: https://ayosehat.kemkes.go.id/hari-gizi-nasional-2026-logo.
Filosofi Logo Hari Gizi Nasional 2026
Logo Hari Gizi Nasional (HGN) 2026 menampilkan ilustrasi sepiring makanan bergizi lengkap yang merepresentasikan komitmen bangsa Indonesia dalam mewujudkan pemenuhan gizi seimbang dari pangan lokal. Setiap unsur pada logo memiliki makna yang saling terintegrasi.
1. Piring Makan
Piring melambangkan wadah utama pemenuhan gizi harian masyarakat. Bentuk piring menegaskan bahwa gizi seimbang dimulai dari kebiasaan makan sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.
2. Aneka Pangan di Dalam Piring
Isi piring mencerminkan konsep Isi Piringku, yaitu:
- Nasi sebagai sumber karbohidrat utama
- Ikan sebagai sumber protein hewani
- Telur sebagai sumber protein dan zat gizi mikro
- Tempe sebagai protein nabati khas pangan lokal Indonesia
- Sayuran hijau sebagai sumber vitamin, mineral, dan serat
- Buah-buahan sebagai pelengkap gizi seimbang
Keberagaman pangan ini menegaskan pentingnya konsumsi makanan beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA) dengan mengutamakan potensi pangan lokal.
3. Garpu dan Sendok
Garpu dan sendok di sisi piring melambangkan kesiapan, kebiasaan, dan budaya makan sehat. Simbol ini juga menegaskan bahwa pemenuhan gizi bukan hanya pengetahuan, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
4. Warna Logo
- Hijau melambangkan kesehatan, kesegaran, dan keberlanjutan pangan lokal
- Oranye mencerminkan energi, semangat, dan vitalitas
- Putih menggambarkan kebersihan, keamanan pangan, dan kesehatan
- Biru tua melambangkan kepercayaan dan peran edukasi gizi
- Perpaduan warna memberikan kesan ceria, ramah, dan edukatif, sehingga mudah diterima oleh semua kalangan, khususnya anak-anak dan remaja.
5. Tulisan “HGN 2026”
Tulisan HGN 2026 yang tegas dan menonjol menandakan bahwa peringatan Hari Gizi Nasional tahun 2026 menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran gizi masyarakat secara nasional.
6. Slogan
“Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal”
Slogan ini menegaskan pesan utama HGN 2026, yaitu ajakan kepada seluruh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang dengan memanfaatkan pangan lokal yang mudah diakses, terjangkau, dan sesuai dengan budaya Indonesia.
Makna Keseluruhan Logo
Secara keseluruhan, Logo Hari Gizi Nasional 2026 menggambarkan semangat membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif melalui penerapan gizi seimbang berbasis pangan lokal, dimulai dari piring makan setiap hari.
Melalui peringatan Hari Gizi Nasional 2026, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi semakin meningkat dan diikuti dengan perubahan perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari. Memahami sejarah, tema, dan logo HGN bukan sekadar simbol peringatan, melainkan pengingat bahwa gizi yang baik adalah fondasi utama dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan berdaya saing di masa depan.








