Cara mengatasi overthinking menjadi hal penting untuk dipahami, terutama bagi kamu yang sering merasa lelah secara mental. Pikiran yang terus berputar tanpa henti dapat memicu stres, kecemasan, hingga menurunkan kualitas hidup. Jika dibiarkan, overthinking bisa berdampak serius pada kesehatan mental dan keseharian. Oleh karena itu, mengenali dan mengelolanya sejak dini sangat diperlukan.
Overthinking sering muncul tanpa disadari dan kerap dianggap sebagai bentuk kehati-hatian. Padahal, kebiasaan berpikir berlebihan justru membuat seseorang sulit fokus dan ragu dalam mengambil keputusan. Kondisi ini juga dapat memengaruhi emosi, pola tidur, serta hubungan sosial. Menjaga kesehatan mental berarti belajar mengendalikan pikiran agar tetap seimbang.
Kabar baiknya, overthinking bukanlah kondisi yang tidak bisa diatasi. Dengan langkah yang tepat dan konsisten, kamu dapat mengelola pikiran agar lebih tenang dan terarah. Berbagai cara sederhana bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga kesehatan mental. Untuk mengetahui langkah-langkahnya secara lengkap, simak artikel berikut ini.
Arti Overthinking Itu Apa Sih?
Overthinking adalah kebiasaan memikirkan suatu hal secara berlebihan dan terus-menerus, sering kali dipicu oleh kekhawatiran terhadap kejadian masa lalu maupun hal yang belum terjadi. Pola pikir ini dapat menghambat penyelesaian masalah karena seseorang terjebak dalam analisis tanpa akhir.
Akibatnya, muncul bayangan skenario terburuk, rasa ragu dalam mengambil keputusan, serta kelelahan mental yang berkepanjangan. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berdampak buruk pada kesehatan mental maupun fisik, seperti meningkatnya kecemasan dan stres.
Baca Juga: 17 Cara Melatih Fokus Anak agar Lebih Konsentrasi Saat Belajar
Apa Ciri-Ciri Orang Overthinking?
1. Memikirkan sesuatu secara berlebihan dan berulang
Seseorang terus memikirkan satu masalah tanpa henti meskipun solusi sudah dipertimbangkan, sehingga pikiran terasa penuh dan melelahkan.
2. Banyak waktu terbuang untuk hal yang tidak penting
Pikiran terjebak pada asumsi, penyesalan, atau kemungkinan yang belum tentu terjadi, bukan pada penyelesaian masalah.
3. Sulit tidur atau kualitas tidur menurun
Pikiran yang aktif dan penuh kekhawatiran membuat otak sulit rileks, sehingga waktu tidur menjadi tidak optimal.
4. Takut atau ragu mengambil keputusan
Kekhawatiran berlebih terhadap kesalahan dan dampaknya membuat seseorang menunda atau menghindari pengambilan keputusan.
5. Mudah merasa cemas dan lelah secara mental
Tekanan dari pikiran yang terus berputar menyebabkan emosi tidak stabil dan menurunkan energi serta motivasi.
Apakah Overthinking Termasuk Gangguan Mental
Overthinking sebenarnya bukan termasuk gangguan kesehatan mental atau mental illness. Namun, kebiasaan ini dapat menjadi faktor pemicu munculnya berbagai masalah kesehatan mental, seperti depresi dan gangguan kecemasan. Dalam beberapa kasus, overthinking bahkan dikaitkan dengan munculnya OCD, sebagaimana dijelaskan dalam pembahasan mengenai alasan overthinking bisa menjadi gejala OCD.
Secara umum, overthinking erat hubungannya dengan gangguan kecemasan umum atau generalized anxiety disorder (GAD). Kondisi ini ditandai dengan kecenderungan merasa khawatir secara berlebihan terhadap banyak hal dalam kehidupan sehari-hari. Gangguan kecemasan umum bisa dipengaruhi oleh faktor genetik, karakter kepribadian tertentu, seperti sulit menerima ketidakpastian, maupun kombinasi dari berbagai faktor lainnya.
Seseorang dengan gangguan kecemasan umum biasanya menunjukkan sejumlah tanda, seperti rasa khawatir berlebih yang berlangsung setidaknya selama enam bulan. Selain itu, kecemasan yang muncul sulit dikendalikan hingga mengganggu aktivitas dan fungsi tubuh. Gejala fisik pun sering menyertai, mulai dari rasa gelisah, sulit berkonsentrasi, hingga gangguan tidur.
Cara Mengatasi Overthinking
1. Berbagi cerita dengan orang terpercaya
Menceritakan pikiran yang mengganggu kepada orang lain dapat membantu meringankan beban emosional. Sobat Mada juga bisa memperoleh sudut pandang baru yang mungkin belum terpikirkan sebelumnya. Cobalah berbicara dengan keluarga, sahabat, pasangan, atau orang yang Sobat Mada percaya. Selain mendapat saran, dukungan moral dari mereka juga dapat membuat perasaan lebih tenang.
2. Berhenti membuat asumsi berlebihan
Kecemasan sering muncul karena Sobat Mada membayangkan hal-hal buruk yang belum tentu terjadi. Pikiran negatif semacam ini justru dapat mengganggu fokus dan membuat rencana yang sudah disusun menjadi berantakan. Alih-alih berasumsi, cobalah kembali memusatkan perhatian pada situasi yang sedang dihadapi saat ini.
3. Tetapkan batas waktu untuk berpikir
Memberi batas waktu saat memikirkan suatu masalah atau mengambil keputusan dapat membantu mengurangi overthinking. Semakin lama Sobat Mada memikirkannya tanpa batas, semakin besar kemungkinan pikiran menjadi tidak terkendali. Meski demikian, tetap lakukan pertimbangan secara matang dan hindari keputusan yang terlalu tergesa-gesa.
4. Hadapi rasa takut secara perlahan
Menghindari ketakutan justru membuatnya terus menghantui pikiran. Ketika Sobat Mada berani menghadapinya, rasa cemas perlahan akan berkurang. Misalnya, jika overthinking berkaitan dengan pekerjaan, cobalah berdiskusi langsung dengan atasan atau rekan kerja daripada memendamnya sendiri.
5. Alihkan fokus ke aktivitas positif
Terlalu fokus pada satu pikiran dapat membuat Sobat Mada sulit berkonsentrasi pada hal lain. Mengalihkan perhatian ke aktivitas yang menyenangkan dapat membantu meredakan stres. Sobat Mada bisa mencoba menulis, berolahraga, menjalani hobi, atau melakukan kegiatan lain yang membuat perasaan lebih rileks.
6. Kenali pemicu overthinking
Overthinking sering muncul saat menghadapi situasi tertentu. Penting bagi Sobat Mada untuk mengenali masalah apa saja yang biasanya memicu pikiran berlebihan. Dengan fokus pada solusi dan mencatat cara keluar dari masalah tersebut, Sobat Mada bisa lebih siap menghadapi situasi serupa di kemudian hari.
7. Lakukan latihan pernapasan
Latihan pernapasan sederhana dapat membantu menenangkan pikiran yang terlalu aktif. Duduk atau berdiri dengan kaki menapak ke tanah, lalu tarik napas perlahan melalui hidung selama beberapa detik dan hembuskan melalui mulut. Ulangi teknik ini selama beberapa menit karena dapat dilakukan kapan saja saat Sobat Mada merasa cemas.
8. Coba meditasi secara rutin
Meditasi dapat membantu melatih pikiran agar lebih tenang dan tidak mudah terjebak dalam pikiran negatif. Teknik ini juga bermanfaat untuk mengelola emosi, terutama rasa takut dan cemas. Jika dilakukan secara rutin, meditasi dapat membantu Sobat Mada mengurangi stres bahkan risiko gangguan mental.
9. Tulis pikiran yang mengganggu
Menuliskan apa saja yang ada di kepala dapat membantu Sobat Mada mengeluarkan pikiran berlebihan agar tidak terus berputar di dalam kepala. Dengan menulis, masalah sering kali terlihat lebih jelas dan terasa lebih ringan. Cara ini juga membantu Sobat Mada membedakan mana hal yang bisa dikendalikan dan mana yang perlu dilepaskan.
Baca Juga: Penyebab Malas Belajar & Tips Jitu Mengatasinya
Saatnya Kelola Pikiran Demi Hidup Lebih Tenang
Memahami overthinking sejak dini sangat penting agar tidak berdampak buruk pada kesehatan mental. Dengan menerapkan cara mengatasi overthinking yang tepat, Sobat Mada bisa belajar mengendalikan pikiran berlebihan, mengurangi kecemasan, dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih fokus serta tenang. Ingat, perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membawa dampak besar bagi kualitas hidup.
Sobat Mada tidak perlu menghadapi overthinking sendirian. Mulailah dari langkah sederhana, berani mencari bantuan, dan terbuka terhadap dukungan orang sekitar. Jika artikel tentang cara mengatasi overthinking ini dirasa bermanfaat, jangan ragu untuk share artikel ini kepada teman atau keluarga agar semakin banyak yang terbantu mengelola pikirannya dengan lebih sehat








