Apa itu Isra Miraj? Pertanyaan ini sering muncul ketika umat Islam membahas salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam. Isra Miraj merupakan perjalanan luar biasa yang dialami Nabi Muhammad SAW atas kehendak Allah SWT. Peristiwa ini memiliki makna mendalam yang berkaitan dengan keimanan dan ibadah umat Islam.
Isra Miraj bukan sekadar kisah perjalanan, melainkan peristiwa yang sarat dengan nilai sejarah dan spiritual. Di dalamnya terdapat rangkaian kejadian penting yang menjadi dasar pelaksanaan ibadah salat lima waktu. Oleh karena itu, memahami Isra Miraj membantu umat Islam meneladani ketakwaan dan kesabaran Rasulullah SAW.
Melalui pembahasan pengertian, sejarah, dan hikmahnya, pembaca diajak mengenal Isra Miraj secara lebih utuh. Penjelasan ini diharapkan mampu menambah wawasan serta memperkuat keimanan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk memahami makna Isra Miraj secara lebih lengkap, simak artikel ini hingga akhir.
Apa itu Isra Miraj?
Dalam bahasa Arab, Isra Miraj dikenal dengan sebutan al-Isra’ wal-Mi’raj (الإسراء والمعراج). Istilah ini tersusun dari dua kata, yaitu isra’ dan mi’raj, yang masing-masing memiliki makna berbeda.
Kata isra’ berasal dari kata sara yang berarti perjalanan pada malam hari. Sementara itu, mi’raj dalam bahasa Arab diartikan sebagai sarana atau alat untuk naik, seperti kendaraan atau tangga. Bentuk jamaknya, ma’arij, bermakna tempat-tempat untuk naik.
Julijanto (2015) dalam kajian Peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan Pembelajarannya yang dikutip oleh Yunita (2021) menjelaskan bahwa isra’ adalah perjalanan Rasulullah SAW atas kehendak Allah SWT pada suatu malam dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa. Adapun mi’raj merupakan perjalanan lanjutan Rasulullah SAW dari Masjidil Aqsa menuju langit tujuh hingga Sidratul Muntaha dan akhirnya sampai ke Mustawa.
Selain pengertian tersebut, terdapat beberapa definisi lain tentang Isra Miraj yang perlu Sobat Mada ketahui, di antaranya:
Baca Juga: Jadwal Puasa 2026: Lengkap Libur Idul Fitri 2026 & Cuti Bersama
Abduh (1994) dalam Hikmah Isra’ Mi’raj Junjungan Nabi Besar Muhammad SAW
Menurut Abduh (1994) dalam Hikmah Isra’ Mi’raj Junjungan Nabi Besar Muhammad SAW. Isra’ secara bahasa dimaknai sebagai perjalanan jauh di waktu malam yang kembali dengan selamat ke tempat asal. Secara istilah, isra’ adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW pada malam hari dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina. Sementara itu, mi’raj secara bahasa berarti tangga untuk naik, dan secara istilah dimaknai sebagai perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Aqsa menuju langit ketujuh hingga Arasy Allah.
Zindy (1986) dalam Masjidil Aqsha (Pusat para Nabi dan Awal Mi’raj Rasul)
Zindy (1986) dalam Masjidil Aqsha (Pusat Para Nabi dan Awal Mi’raj Rasul) menjelaskan bahwa isra’ merupakan peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Baitul Maqdis yang terjadi satu kali. Adapun mi’raj digambarkan seperti tangga bertingkat yang digunakan Rasulullah SAW untuk naik ke langit dunia hingga seluruh lapisan langit, di mana beliau disambut oleh para nabi di setiap tingkatannya.
Berdasarkan berbagai pengertian tersebut, Sobat Mada dapat memahami bahwa Isra Miraj adalah rangkaian peristiwa penting, di mana isra’ merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestina dalam satu malam. Sementara mi’raj adalah kelanjutan perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Aqsa menuju langit ketujuh hingga Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah SWT dan menerima perintah salat lima waktu.
Sejarah Isra Miraj
Berdasarkan keterangan dari laman Nahdlatul Ulama, Imam Bukhari meriwayatkan peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dalam Shahih Bukhari. Dalam riwayat tersebut diceritakan bahwa Rasulullah SAW berada dalam keadaan tidur ketika malaikat datang, mengeluarkan dan membersihkan hati beliau, lalu mengisinya dengan keimanan sebelum mengembalikannya ke tempat semula. Setelah itu, Rasulullah SAW memulai perjalanan Isra Miraj dengan menaiki Buraq dan didampingi Malaikat Jibril hingga ke langit dunia, di mana beliau disambut dengan penuh penghormatan.
Di langit pertama, Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Adam AS dan saling bertukar salam. Perjalanan kemudian berlanjut ke langit-langit berikutnya. Di langit kedua Rasulullah SAW bertemu Nabi Yahya AS dan Nabi Isa AS, di langit ketiga bertemu Nabi Yusuf AS, di langit keempat bertemu Nabi Idris AS, di langit kelima bertemu Nabi Harun AS, dan di langit keenam bertemu Nabi Musa AS. Nabi Musa menangis karena mengetahui bahwa umat Nabi Muhammad SAW akan menjadi umat yang paling banyak masuk surga. Perjalanan tersebut berakhir di langit ketujuh dengan pertemuan Rasulullah SAW dan Nabi Ibrahim AS.
Setelah itu, Rasulullah SAW melanjutkan perjalanan ke Sidratul Muntaha untuk bermunajat kepada Allah SWT, lalu menuju Baitul Makmur yang setiap harinya dikelilingi oleh ribuan malaikat yang bertawaf. Di sana, Rasulullah SAW disuguhkan beberapa minuman dan beliau memilih susu sebagai simbol kesucian dan fitrah. Dalam peristiwa ini pula, Allah SWT mewajibkan salat sebanyak lima puluh waktu sehari semalam. Atas saran Nabi Musa AS, Rasulullah SAW memohon keringanan hingga akhirnya kewajiban salat ditetapkan menjadi lima waktu, yang diterima Rasulullah SAW dengan penuh keikhlasan dan ketundukan kepada Allah SWT.
Hikmah Peristiwa Isra Miraj
Mengutip laman Muslim.or.id, para ulama menjelaskan beberapa hikmah penting dari peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, di antaranya sebagai berikut:
1. Menjadi hujjah bagi kaum musyrik
Perjalanan Isra dari Makkah ke Baitul Maqdis menjadi bukti nyata bagi kaum musyrik atas kebenaran peristiwa Isra Miraj. Dengan adanya perjalanan darat tersebut, Rasulullah SAW dapat menjelaskan tanda-tanda yang beliau lihat, termasuk kafilah yang ditemui. Kebenaran kisah ini terbukti ketika kafilah tersebut kembali dan membenarkan cerita Rasulullah SAW.
2. Menunjukkan keterkaitan Makkah dan Baitul Maqdis
Peristiwa Isra Miraj menggambarkan hubungan erat antara Makkah dan Baitul Maqdis sebagai dua tempat suci dalam Islam. Keduanya pernah menjadi arah kiblat umat Islam dan para pengikut nabi terdahulu, sehingga menegaskan kedudukannya sebagai pusat ibadah yang mulia.
3. Menegaskan keutamaan Nabi Muhammad SAW
Isra Miraj menunjukkan keistimewaan Nabi Muhammad SAW dibandingkan para nabi lainnya. Dalam peristiwa ini, Rasulullah SAW bertemu dengan para nabi di Baitul Maqdis dan diberi kehormatan untuk memimpin salat, yang menandakan kedudukan beliau sebagai nabi terakhir dan pemimpin umat.
Ayat Al-Qur’an tentang Peristiwa Isra Miraj
Secara logika manusia, peristiwa Isra Miraj memang terasa sulit dipahami. Namun, perjalanan Rasulullah SAW dari Makkah menuju Palestina, lalu dilanjutkan hingga Sidratul Muntaha, telah ditegaskan kebenarannya dalam Al-Qur’an. Hal ini menunjukkan bahwa Isra Miraj merupakan peristiwa nyata yang terjadi atas kehendak Allah SWT.
Kisah Isra Miraj diabadikan dalam Surah Al-Isra’ dan Surah An-Najm. Dalam Surah Al-Isra’ ayat 1, Allah SWT menjelaskan perjalanan Nabi Muhammad SAW pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang diberkahi sekitarnya, agar Rasulullah diperlihatkan sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya. Ayat ini sekaligus menegaskan bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.
Sementara itu, Surah An-Najm ayat 12–18 menerangkan bahwa Nabi Muhammad SAW benar-benar menyaksikan tanda-tanda kebesaran Allah SWT, termasuk melihat Malaikat Jibril dalam wujud aslinya di Sidratul Muntaha, yang berada di dekat surga. Penglihatan Rasulullah SAW dalam peristiwa tersebut tidak menyimpang dan tidak melampaui batas, menandakan kebenaran wahyu dan kemuliaan pengalaman spiritual yang beliau alami.
Baca Juga: Berapa Hari Lagi Ramadhan 2026? Berikut Jadwal Lengkapnya
Apa itu Isra Miraj? Yuk, Perkuat Iman Lewat Pemahamannya
Melalui pembahasan ini, Sobat Mada dapat memahami dengan lebih jelas apa itu Isra Miraj? beserta pengertian, sejarah, dan hikmah yang terkandung di dalamnya. Peristiwa agung ini bukan sekadar kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW, tetapi juga pengingat akan kebesaran Allah SWT dan pentingnya menjaga ibadah salat.
Semoga artikel ini menambah wawasan serta memperkuat keimanan dalam kehidupan sehari-hari. Sobat Mada, jangan lupa untuk share artikel ini agar semakin banyak yang mendapatkan manfaat dari pemahaman tentang Isra Miraj.








