Sejarah Isra Miraj Nabi Muhammad SAW Beserta Peristiwa Penting

Sejarah Isra Miraj

Sejarah Isra Miraj merupakan salah satu peristiwa agung dalam perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini menjadi bukti kebesaran Allah SWT sekaligus penghibur bagi Rasulullah di masa penuh ujian. Melalui Sejarah Isra Miraj, umat Islam diajak memahami makna keimanan, ketaatan, dan kekuatan spiritual yang luar biasa.

Isra Miraj terjadi dalam satu malam, ketika Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha. Dalam peristiwa ini, Rasulullah SAW bertemu para nabi terdahulu dan menerima perintah salat lima waktu. Kisah ini tidak hanya sarat nilai sejarah, tetapi juga mengandung pelajaran akidah dan ibadah yang mendalam.

Hingga kini, peringatan Isra Miraj menjadi momentum penting untuk merefleksikan keimanan dan kualitas salat umat Islam. Dengan memahami rangkaian peristiwanya, kita dapat mengambil hikmah yang relevan untuk kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, simak artikel ini hingga selesai agar pemahaman tentang Isra Miraj semakin utuh dan bermakna.

Pengertian Isra Miraj

Dalam bahasa Arab, Isra Miraj dikenal dengan istilah al-Isra’ wal-Mi’raj (الإسراء والمعراج). Istilah ini tersusun dari dua kata utama, yakni isra’ dan mi’raj, yang masing-masing memiliki makna tersendiri.

Kata isra’ berasal dari kata sara yang bermakna perjalanan pada malam hari. Adapun mi’raj dalam bahasa Arab diartikan sebagai sarana atau alat untuk naik, yang juga dimaknai sebagai tangga. Bentuk jamaknya adalah ma’arij, yang berarti tempat-tempat untuk naik.

Menurut penjelasan Julijanto (2015) dalam kajian Peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dikutip oleh Yunita (2021), isra’ merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW pada suatu malam dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa atas kehendak Allah SWT. Sementara itu, mi’raj adalah perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Aqsa menuju langit tujuh hingga Sidratul Muntaha, kemudian sampai ke Mustawa.

Baca Juga: Puasa 2026 Tanggal Berapa? Berikut Jadwal Lengkapnya

Sejarah Isra Mi’raj

Sebagian besar masyarakat kerap menyatukan Isra dan Mi’raj sebagai satu peristiwa yang sama. Namun sejatinya, Isra dan Mi’raj merupakan dua kejadian yang berbeda meskipun saling berkaitan dalam satu rangkaian peristiwa besar.

Isra adalah perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa. Adapun Mi’raj adalah peristiwa ketika Rasulullah SAW diangkat dari Masjidil Aqsa menuju lapisan langit hingga Sidratul Muntaha. Pada momen inilah Nabi Muhammad SAW menerima perintah salat lima waktu secara langsung dari Allah SWT.

Mengacu pada buku Meneladani Rasulullah melalui Sejarah karya Sri Januari Rahayu, berikut gambaran perjalanan Isra Mi’raj Rasulullah SAW.

Perjalanan Isra (Makkah ke Masjidil Aqsa)

Berdasarkan riwayat yang sahih, pada malam Isra Mi’raj Rasulullah SAW didatangi Malaikat Jibril untuk membersihkan hatinya. Dalam sebuah hadits diceritakan bahwa Malaikat Jibril membelah dada Rasulullah dari pangkal leher hingga atas pusar, lalu mengambil jantung beliau dan membersihkannya dengan air zamzam yang disimpan dalam bejana emas yang dipenuhi keimanan.

Setelah proses tersebut, Rasulullah SAW memulai perjalanan menuju Baitul Maqdis, yang kini dikenal sebagai Masjidil Aqsa, ditemani Malaikat Jibril dengan menaiki Buraq. Saat Rasulullah hendak menungganginya, Buraq sempat menolak.

Malaikat Jibril kemudian menegur Buraq dengan berkata, “Apakah engkau bersikap seperti ini kepada Muhammad? Tidak ada seorang pun yang pernah menunggangimu yang lebih mulia daripada Muhammad.” Mendengar hal itu, Buraq pun akhirnya patuh dan bersedia ditunggangi Rasulullah SAW. Buraq digambarkan sebagai hewan yang sangat cepat, dengan langkah sejauh batas pandangan mata.

Sesampainya di Masjidil Aqsa, Rasulullah SAW mengikat Buraq di pintu masjid, lalu masuk dan melaksanakan salat dua rakaat. Dalam riwayat disebutkan bahwa saat itu Rasulullah SAW menjadi imam bagi para nabi terdahulu.

Peristiwa yang Terjadi saat Isra Miraj

Dalam perjalanan dari Makkah menuju Masjidil Aqsa, Rasulullah SAW mengalami beberapa peristiwa penting, di antaranya:

  1. Rasulullah SAW dikejar oleh Jin Ifrit yang membawa api menyala. Setiap kali beliau menoleh, jin tersebut selalu terlihat. Malaikat Jibril kemudian mengajarkan sebuah doa yang membuat api itu padam dan Jin Ifrit tersungkur.
  2. Rasulullah SAW mencium aroma yang sangat harum. Malaikat Jibril menjelaskan bahwa bau tersebut berasal dari penyisir rambut putri Firaun dan anak-anaknya yang wafat karena mempertahankan keimanan tauhid.
  3. Rasulullah SAW melihat seorang laki-laki yang mengumpulkan kayu bakar dalam jumlah banyak, namun tidak mampu memikulnya dan masih ingin menambah lagi. Jibril menjelaskan bahwa laki-laki tersebut adalah gambaran orang yang menerima banyak amanah, tetapi tidak mampu menunaikannya.
  4. Rasulullah SAW ditawari susu dan khamar oleh Malaikat Jibril, dan beliau memilih susu. Malaikat Jibril pun berkata bahwa pilihan tersebut sesuai dengan fitrah, dan jika khamar yang dipilih, maka umatnya akan tersesat.

Perjalanan Mi’raj (Masjidil Aqsa ke Sidratulmuntaha)

Setelah menunaikan salat dua rakaat di Masjidil Aqsa, Rasulullah SAW dibimbing Malaikat Jibril naik ke langit pertama. Di setiap pintu langit, Jibril memperkenalkan diri dan Rasulullah kepada malaikat penjaga hingga pintu dibukakan. Di langit pertama, Rasulullah bertemu Nabi Adam AS yang menjelaskan makna ruh di kanan dan kiri sebagai gambaran penghuni surga dan neraka.

Perjalanan berlanjut ke langit kedua hingga ketujuh. Di langit kedua Rasulullah bertemu Nabi Yahya AS dan Nabi Isa AS, di langit ketiga bertemu Nabi Yusuf AS, di langit keempat bertemu Nabi Idris AS, di langit kelima bertemu Nabi Harun AS, dan di langit keenam bertemu Nabi Musa AS. Di langit ketujuh, Rasulullah bertemu Nabi Ibrahim AS yang bersandar di Baitul Makmur dan berpesan agar umat Islam memperbanyak zikir sebagai amalan penghuni surga.

Rasulullah SAW kemudian diajak menuju Sidratulmuntaha, tempat yang keindahannya tak mampu digambarkan dengan kata-kata. Di sanalah beliau melihat wujud asli Malaikat Jibril untuk kedua kalinya dan menerima perintah salat sebanyak lima puluh waktu. Atas saran Nabi Musa AS, Rasulullah memohon keringanan hingga akhirnya ditetapkan menjadi lima waktu sehari semalam, dengan pahala setara lima puluh waktu.

Hikmah dari Peristiwa Isra Miraj

Walaupun Isra Miraj merupakan peristiwa istimewa yang dialami secara khusus oleh Nabi Muhammad SAW, di dalamnya terkandung banyak pelajaran berharga bagi umat Islam. Berbagai hikmah dari peristiwa Isra Miraj dapat dijadikan pedoman dalam memperkuat keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT, di antaranya sebagai berikut:

  1. Menyadarkan umat Islam bahwa salat lima waktu adalah ibadah yang sangat utama dan memiliki kedudukan istimewa.
  2. Menunjukkan besarnya rahmat Allah SWT serta kasih sayang Rasulullah SAW kepada umatnya, sehingga kewajiban salat diringankan dari lima puluh menjadi lima waktu.
  3. Menumbuhkan keyakinan akan kekuasaan dan kehendak Allah SWT yang tidak terbatas atas segala sesuatu.
  4. Memperlihatkan tanda-tanda kebesaran Allah SWT melalui perjalanan Nabi Muhammad SAW yang terjadi hanya dalam satu malam.
  5. Menegaskan bahwa salat adalah sarana komunikasi langsung antara hamba dengan Rabb-nya, sebagaimana Rasulullah SAW menerima perintah salat saat peristiwa Isra Miraj.

Baca Juga: Jadwal Puasa 2026: Lengkap Libur Idul Fitri 2026 & Cuti Bersama

Menghayati Sejarah Isra Miraj sebagai Bekal Iman

Melalui pemahaman sejarah Isra Miraj, kita dapat mengambil pelajaran berharga tentang keimanan, ketaatan, dan pentingnya menjaga salat dalam kehidupan sehari-hari. Peristiwa luar biasa ini bukan sekadar kisah, tetapi juga pengingat akan kebesaran Allah SWT dan kasih sayang Rasulullah SAW kep ada umatnya. Semoga pembahasan ini menambah wawasan dan memperkuat iman kita semua. Sobat Mada, jangan ragu untuk share artikel ini agar semakin banyak yang memperoleh manfaat dan hikmah dari kisah Isra Miraj.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top