Bulan Ramadhan 2026 kembali hadir sebagai momen istimewa yang dinanti umat Islam di seluruh dunia. Pada bulan suci ini, umat Muslim tidak hanya menjalankan ibadah puasa, tetapi juga memperbanyak amal ibadah dan memperbaiki kualitas diri. Karena itu, Ramadhan selalu hadir sebagai bulan penuh keberkahan dan refleksi spiritual.
Secara historis, Ramadhan memiliki kedudukan yang sangat penting dalam ajaran Islam. Pada bulan inilah Al-Qur’an pertama kali diturunkan sebagai petunjuk bagi umat manusia. Seiring waktu, ibadah puasa Ramadhan menjadi sarana pembentukan karakter, kesabaran, dan pengendalian diri.
Dengan memahami makna Bulan Ramadhan secara menyeluruh, umat Islam dapat menjalani ibadah dengan lebih khusyuk dan bermakna. Selain puasa, terdapat berbagai amalan penting yang dianjurkan untuk meningkatkan pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh sebab itu, mengenal sejarah, makna, dan amalan Bulan Ramadhan 2026 menjadi hal yang penting sejak awal.
Baca Juga: Ramadhan 2026 Berapa Hari Lagi, Bunda Harus Tahu Jadwalnya
Sejarah puasa Ramadhan menurut Imam al-Qurthubi
Berdasarkan keterangan yang dikutip dalam buku Misteri Bulan Ramadhan karya Yusuf Burhanudin, Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa Nabi Nuh AS merupakan orang pertama yang melaksanakan puasa. Puasa tersebut dilakukan setelah Nabi Nuh AS turun dari bahteranya, sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas keselamatan dirinya dan kaumnya dari bencana banjir besar.
Sementara itu, ketika Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Setelah menanyakan alasan puasa tersebut, Nabi Muhammad SAW mendapat penjelasan bahwa puasa dilakukan sebagai bentuk syukur atas keselamatan Nabi Musa AS dan kaumnya dari kejaran Firaun. Atas dasar itu, Nabi Muhammad SAW pun memerintahkan umat Islam untuk berpuasa pada hari Asyura.
Pada awalnya, umat Islam diberi pilihan antara berpuasa atau membatalkannya dengan kewajiban memberi makan orang miskin. Namun kemudian, Allah SWT menetapkan kewajiban puasa bagi setiap muslim yang sehat dan tidak dalam perjalanan hingga waktu berbuka. Ketentuan ini sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT:
فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ
“Barang siapa di antara kamu hadir di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa.”
Puasa Ramadhan secara resmi diwajibkan pada tahun kedua Hijriah, bertepatan dengan peristiwa perubahan arah kiblat dari Baitul Maqdis ke Masjidil Haram. Dalil kewajiban puasa Ramadhan tercantum dalam QS. Al-Baqarah ayat 183:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. Al Baqarah: 183)”
Baca Juga: Berapa Hari Lagi Ramadhan 2026? Berikut Jadwal Lengkapnya
Makna Bulan Ramadhan
Pada dasarnya, bulan puasa tidak hanya dipahami sebagai kewajiban menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Lebih dari itu, di balik ibadah tersebut tersimpan makna mendalam yang menjadi inti dari pelaksanaan Bulan Ramadhan. Dengan demikian, pemahaman yang baik akan makna Ramadhan membuat ibadah terasa lebih sadar, ikhlas, dan bernilai spiritual tinggi.
1. Bulan yang penuh dengan kesabaran
Pertama, Ramadhan merupakan bulan latihan kesabaran. Selama berpuasa, umat Islam dituntut menahan hawa nafsu, emosi, serta perilaku yang dapat mengurangi pahala puasa. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa adalah perisai dari siksa api neraka (HR. Ahmad dan Al-Baihaqi).
2. Bulan Turunnya Alquran
Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW pada bulan Ramadhan, tepatnya pada tanggal 17 Ramadhan. Peristiwa tersebut dikenal sebagai Nuzulul Qur’an dan menjadi tonggak penting dalam sejarah Islam. Sebagai kitab suci, Al-Qur’an berfungsi sebagai petunjuk dan pedoman hidup yang wajib diimani serta diamalkan oleh setiap muslim. Oleh karena itu, Ramadhan dimaknai sebagai bulan Al-Qur’an yang mendorong umat Islam untuk lebih dekat dengan ajaran-Nya.
3. Malam Lailatul Qadar
Pada bulan Ramadan terdapat suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Qadr ayat 1. Malam istimewa ini menjadi waktu yang sangat dinantikan oleh umat Islam karena keutamaannya yang luar biasa.
Untuk meraih keutamaan tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah dan amal saleh, seperti berpuasa dengan penuh keimanan, memperbanyak tilawah dan tadarus Al-Qur’an, berdoa, berdzikir, serta melakukan muhasabah diri. Dengan demikian, Lailatul Qadar menjadi salah satu makna penting bulan Ramadhan yang mendorong umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, terutama pada sepuluh malam terakhir.
4. Bulan yang penuh dengan kedermawanan
Pada bulan Ramadan ini, Nabi Muhammad SAW memberi keteladan terbaik dengan banyak bersedekah dan menjadi orang yang paling dermawan pada bulan suci ini. Hal ini mendpaatkan bahwa makna bulan ramadan bagi umat Islam selanjutnya adalah untuk banyak bersedakah dan memberi kepada orang yang tidak mampu serta mengurangi beban fakir dan miskin.
Umat islam dianjurkan untuk bersedakah serta di akhir puasa yaitu sebelum hari raya Idul Fitri diwajibkan untuk menunaikan zakat fitrah bagi orang yang mampu.
5. Bulan pengampunan dosa
Salah satu makna utama bulan Ramadhan bagi umat Islam adalah sebagai bulan pengampunan dosa. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa pun yang berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR. Al-Bukhari).
Melalui hadis tersebut, jelas bahwa Ramadhan merupakan momentum besar bagi setiap muslim untuk memperbaiki diri dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
Selain itu, pada bulan Ramadhan pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim.
Bahkan, Allah SWT menyediakan pintu khusus di surga bernama Ar-Rayyan yang hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang berpuasa Ramadhan.
Baca Juga: Kapan Awal Puasa 2026? Ini Persiapan Menyambut Ramadhan
Amalan Penting Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan merupakan waktu terbaik untuk memperbanyak amal kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam suasana penuh keberkahan ini, setiap ibadah yang dilakukan memiliki keutamaan dan pahala yang berlipat ganda. Oleh sebab itu, pemahaman terhadap amalan penting di bulan Ramadhan sangat diperlukan agar ibadah yang dijalani tidak hanya bersifat rutin, tetapi juga lebih terarah dan bermakna.
1. Shalat Tarawih: Amalan Utama yang Penuh Keutamaan
Pengertian shalat tarawih adalah salah satu amalan utama di bulan Ramadhan yang sangat dianjurkan. Shalat ini dilaksanakan pada malam hari setelah shalat Isya, dengan jumlah rakaat yang bervariasi, antara 8 hingga 20 rakaat, sesuai dengan tradisi masing-masing daerah. Shalat tarawih adalah sunnah mu’akkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) dan merupakan ibadah yang sangat dicintai oleh Nabi Muhammad SAW.
Keutamaan Shalat Tarawih
Shalat tarawih memiliki banyak keutamaan, salah satunya adalah sebagai bentuk syukur atas nikmat bulan Ramadhan yang diberikan oleh Allah. Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Barang siapa yang mendirikan shalat tarawih pada malam Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Shalat tarawih juga menjadi sarana untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh karena itu, sebaiknya umat Islam memperbanyak shalat tarawih, baik secara berjamaah di masjid maupun secara mandiri di rumah, terutama pada sepuluh malam terakhir yang penuh dengan keberkahan.
2. Membaca Al-Qur’an
Selain shalat tarawih, membaca Al-Qur’an merupakan salah satu amalan utama di bulan Ramadhan yang sangat dianjurkan.. Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an, seperti yang disebutkan dalam surah Al-Baqarah ayat 185:
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang didalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia…”
Membaca Al-Qur’an selama bulan Ramadhan akan meningkatkan kualitas hubungan seseorang dengan Allah dan memperdalam pemahaman terhadap ajaran-Nya. Setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur’an akan mendatangkan pahala, dan di bulan Ramadhan, pahala ini dilipatgandakan.
Keutamaan Membaca Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan tidak hanya membawa keberkahan duniawi tetapi juga ukhrawi. Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka ia mendapatkan satu pahala, dan satu pahala dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat.” (HR. Tirmidzi)
3. Berdoa: Memperbanyak Doa di Bulan Ramadhan
Doa adalah amalan yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan. Bulan ini adalah waktu yang penuh dengan rahmat, di mana doa-doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT memiliki peluang besar untuk dikabulkan. Terutama pada malam-malam terakhir Ramadhan, doa menjadi amalan yang sangat dianjurkan, dan Allah SWT sangat dekat dengan hamba-Nya yang berdoa.
Keutamaan Berdoa
Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Tiga orang yang doa-doanya tidak akan tertolak, yaitu doa orang yang berpuasa ketika ia berbuka, doa pemimpin yang adil, dan doa orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi)
Bulan Ramadhan adalah kesempatan emas untuk memanjatkan doa, baik untuk diri sendiri, keluarga, umat Islam secara umum, maupun untuk seluruh umat manusia.
4. Bersedekah: Menjadi Dermawan di Bulan Ramadhan
Pada bulan Ramadhan, Nabi Muhammad SAW memberikan teladan terbaik dengan memperbanyak sedekah dan menunjukkan sifat kedermawanan yang luar biasa. Oleh karena itu, salah satu makna penting bulan Ramadhan bagi umat Islam adalah menumbuhkan kepedulian sosial melalui berbagi kepada sesama, khususnya fakir dan miskin. Selain itu, umat Islam dianjurkan untuk bersedekah sepanjang Ramadhan dan diwajibkan menunaikan zakat fitrah sebelum Hari Raya Idul Fitri bagi yang mampu.
5. I’tikaf: Mendekatkan Diri kepada Allah
Pengertian I’tikaf adalah amalan yang dilakukan dengan berdiam diri di masjid untuk beribadah, terutama pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. I’tikaf adalah kesempatan untuk memperbanyak dzikir, shalat, membaca Al-Qur’an, dan merenung. Pada waktu ini, umat Islam dapat memfokuskan diri sepenuhnya kepada ibadah dan meningkatkan hubungan dengan Allah.
Bulan Ramadhan 2026 merupakan kesempatan berharga untuk meningkatkan kualitas iman dan amal saleh. Dengan memahami sejarah, makna, serta amalan pentingnya, setiap ibadah yang dilakukan akan terasa lebih bernilai. Mari manfaatkan bulan suci ini sebagai momentum perubahan menuju pribadi yang lebih baik.








