SPMB — Halo Sobat Mada! Tahukah kamu bahwa pemerintah baru saja mengumumkan kebijakan terbaru. Yaitu kebijakan terkait proses penerimaan siswa baru di sekolah negeri. Mulai tahun ajaran 2025/2026, SPMB resmi menjadi pengganti sistem PPDB yang selama ini digunakan. Kebijakan ini tentu menarik perhatian banyak orang tua dan calon peserta didik.
Lantas, bagaimana sistem seleksi SPMB ini berlangsung? Apakah lebih ketat dibanding PPDB? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!
SPMB Singkatan dari Apa?
SPMB adalah sistem seleksi penerimaan murid baru yang diterapkan untuk sekolah negeri mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Berbeda dengan PPDB yang menggunakan sistem zonasi sebagai prioritas utama, SPMB mengedepankan seleksi berbasis prestasi, tes akademik, dan pemerataan akses pendidikan.
Sistem ini dirancang untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada siswa berprestasi agar dapat menempuh pendidikan di sekolah negeri berkualitas, tanpa terhalang oleh jarak tempat tinggal. Pemerintah berharap sistem ini mampu meningkatkan kualitas pendidikan secara merata di seluruh daerah.
Selain itu, SPMB juga bertujuan mendorong persaingan sehat antar siswa, di mana siswa dengan kemampuan terbaik berhak mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Sistem ini juga diharapkan bisa menjadi solusi untuk menekan angka kecurangan yang selama ini sering terjadi pada sistem zonasi.
Baca juga:Â KIP Kuliah 2025: Cara Daftar Beserta Syaratnya!
Apa Saja Jalur SPMB?
Seleksi SPMB akan dilakukan melalui beberapa jalur, yaitu:
1. Jalur Prestasi Akademik dan Non-Akademik
Jalur ini ditujukan bagi siswa yang memiliki prestasi akademik maupun non-akademik. Prestasi akademik dinilai berdasarkan nilai rapor dan peringkat kelas selama beberapa semester terakhir. Sedangkan prestasi non-akademik meliputi olahraga, seni, hingga sains.
Sertifikat penghargaan dari kompetisi resmi seperti Olimpiade Sains, lomba karya tulis, atau turnamen olahraga tingkat nasional dan internasional akan menjadi nilai tambah. Semakin tinggi tingkat kejuaraan, semakin besar peluang siswa untuk lolos melalui jalur ini.
Jalur prestasi ini diharapkan mampu memberikan kesempatan bagi siswa berbakat di berbagai bidang untuk mendapatkan akses pendidikan berkualitas tanpa terkendala faktor zonasi.
2. Tes Akademik
Tes akademik merupakan tahap seleksi yang paling krusial dalam SPMB. Ujian ini akan menguji kemampuan siswa dalam beberapa mata pelajaran inti, seperti Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, dan IPS.
Soal yang diujikan akan menggunakan konsep Higher Order Thinking Skills (HOTS) untuk jenjang SMP dan SMA. Hal ini bertujuan untuk menilai kemampuan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan masalah siswa. Bagi jenjang SD, soal akan disesuaikan dengan kemampuan dasar anak, namun tetap berbasis pemahaman konsep.
Pelaksanaan tes akademik dilakukan secara transparan dan berbasis teknologi digital agar terhindar dari kecurangan. Hasil tes ini akan menjadi penentu utama dalam seleksi penerimaan siswa baru.
3. Afirmasi
Jalur afirmasi diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang memiliki keterbatasan ekonomi. Siswa yang mendaftar melalui jalur ini harus melampirkan bukti kepemilikan KIP (Kartu Indonesia Pintar) atau surat keterangan tidak mampu dari pemerintah setempat.
Pemerintah memastikan bahwa kuota afirmasi akan lebih besar dibanding sistem PPDB sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mendapatkan pendidikan berkualitas.
Program afirmasi ini diharapkan mampu mempersempit kesenjangan pendidikan antar golongan ekonomi, sehingga semua anak memiliki hak yang sama dalam mendapatkan pendidikan terbaik.
4. Perpindahan Orang Tua/Wali
Jalur ini ditujukan bagi siswa yang orang tua atau walinya pindah tugas ke daerah tertentu. Bukti perpindahan tugas dari instansi tempat orang tua bekerja menjadi syarat utama untuk mendaftar melalui jalur ini.
Mekanisme ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi keluarga yang sering berpindah tempat tinggal agar anak-anak mereka tetap mendapatkan pendidikan tanpa terhambat oleh kebijakan zonasi.
Baca juga:Â Jangan Ketinggalan! Ini Dia Tahapan Mendaftar SNBT Tahun 2025!
Apa bedanya PPDB dan SPMB?
| Aspek | PPDB | SPMB |
| Simtem Zonasi | Prioritas Utama | Tidak Berlaku |
| Tes Akademik | Tidak Ada | Ada |
| Jalur Prestasi | Terbatas | Lebih Luas |
| Afirmasi | Ada | Ada dengan kuota lebih besar |
| Pemerataan | Akses Terbatas pada Zonasi | Berbasis Kemampuan & Afirmasi |
Kapan Pendaftarannya Dimulai?
Pendaftaran SPMB dijadwalkan mulai Mei 2025 secara online melalui portal resmi Kemdikbud. Orang tua dan siswa diharapkan mempersiapkan dokumen seperti:
- Kartu Keluarga
- Rapor asli dan fotokopi
- Sertifikat prestasi (jika ada)
- Surat keterangan tidak mampu (jika masuk jalur afirmasi)
Proses pendaftaran akan berlangsung selama dua minggu. Setelah itu, akan dilakukan verifikasi data sebelum siswa mengikuti tes akademik sesuai jadwal yang ditetapkan.
Dampak Penerapan SPMB bagi Dunia Pendidikan
Penerapan SPMB diharapkan membawa dampak positif bagi dunia pendidikan di Indonesia. Sistem ini diyakini mampu meningkatkan kualitas peserta didik yang masuk ke sekolah negeri. Dengan adanya tes akademik, sekolah akan menerima siswa yang benar-benar memiliki kemampuan terbaik.
Selain itu, jalur afirmasi memberikan akses lebih luas bagi siswa kurang mampu, sehingga memperkecil kesenjangan sosial dalam dunia pendidikan. Hal ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan beragam.
Namun, tantangan besar yang perlu dihadapi adalah bagaimana memastikan bahwa proses seleksi berjalan transparan, jujur, dan adil tanpa ada intervensi pihak tertentu.
Tips Lolos Seleksi
- Belajar dengan Konsisten: Persiapkan materi sejak dini terutama untuk mata pelajaran yang diujikan.
- Ikuti Try Out Online: Banyak platform belajar yang menyediakan simulasi tes SPMB.
- Kumpulkan Sertifikat Prestasi: Prestasi di bidang akademik atau non-akademik sangat membantu peluang lolos.
- Cek Informasi Resmi: Selalu update informasi dari website resmi sekolah atau Kemdikbud.
Persiapan Orang Tua dan Siswa Menghadapi SPMB
SPMB sebagai pengganti PPDB diharapkan mampu menciptakan sistem penerimaan siswa baru yang lebih adil dan berbasis prestasi. Meski sistem ini masih menuai pro dan kontra, kebijakan ini diharapkan menjadi langkah positif untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Bagi orang tua, penting untuk memahami mekanisme seleksi SPMB agar bisa membantu anak-anak mereka mempersiapkan diri dengan baik. Orang tua dapat mendukung anak dengan menyediakan buku pelajaran, mengikuti bimbingan belajar, atau mendaftarkan anak dalam program try out online di Bimbel Presmada.
Presmada hadir sebagai solusi bimbingan belajar terbaik untuk membantu siswa menghadapi SPMB. Dengan materi yang lengkap, try out rutin, dan tutor berpengalaman, Presmada siap mendampingi anak meraih prestasi tertinggi. Segera daftarkan anak Anda di Bimbel Presmada untuk persiapan SPMB yang lebih maksimal!
Klik di sini untuk mendaftar sekarang dan dapatkan konsultasi GRATIS! Atau bisa juga melalui nomor 083867425906. Yuks daftarkan anak Bunda ke Bimbel Presmada, Bimbel di Madiun yang Terbaik! Jika bunda berada di Madiun, Bunda bisa mendaftarkan langsung ke kantor kami. Berlokasi di Jl. Barokah RT 25 RW 03, Godongan Lor, Purworejo, Geger, Madiun 63171.
Bagikan artikel ini agar lebih banyak orang tua mengetahui informasi terbaru tentang SPMB! Jika ada pertanyaan, tuliskan di kolom komentar di bawah ini ya! 😊
Pegiat dunia pendidikan. Suka menulis artikel-artikel seputar pendidikan dan novel. Kini, ia sebagai kepala tim marketing Bimbel Presmada.








