Nuzulul Quran 2026 Tanggal Berapa? Berikut Tanggal dan Amalan

Nuzulul Quran 2026 Tanggal Berapa

Nuzulul Quran 2026 Tanggal Berapa? Pertanyaan ini kerap muncul saat umat Islam memasuki bulan suci Ramadhan dan ingin mengetahui momentum turunnya Al-Qur’an. Momen istimewa ini selalu dinantikan karena menjadi salah satu peristiwa paling bersejarah dalam perjalanan Islam.

Setiap tahunnya, peringatan Nuzulul Quran jatuh pada malam ke-17 Ramadhan menurut mayoritas pendapat ulama. Malam tersebut diyakini sebagai awal turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan refleksi diri pada malam penuh kemuliaan ini.

Selain mengetahui tanggalnya, penting juga memahami amalan yang bisa dilakukan untuk menghidupkan malam Nuzulul Quran. Mulai dari membaca Al-Qur’an, memperbanyak doa, hingga bersedekah menjadi bagian dari upaya meraih keberkahan. Untuk mengetahui penjelasan lengkap mengenai tanggal dan amalan yang dianjurkan, simak artikel ini hingga selesai.

Nuzulul Quran 2026 Tanggal Berapa?

Mengacu pada Maklumat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengenai hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah, 1 Ramadan 1447 H ditetapkan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Berdasarkan penetapan tersebut, maka peringatan Nuzulul Quran menurut Muhammadiyah bertepatan dengan Jumat, 6 Maret 2026.

Keputusan ini menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, yaitu perhitungan astronomis terhadap posisi bulan untuk menentukan awal bulan Hijriah. Melalui metode tersebut, Muhammadiyah menetapkan berbagai tanggal penting dalam kalender Islam, termasuk momentum Nuzulul Quran.

Sementara itu, pemerintah melalui sidang isbat yang diselenggarakan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menetapkan 1 Ramadan 1447 H pada Kamis, 19 Februari 2026. Dengan ketetapan ini, peringatan Nuzulul Quran versi pemerintah jatuh pada Sabtu, 7 Maret 2026 dan menjadi rujukan resmi bagi umat Islam yang mengikuti keputusan tersebut.

Perbedaan tanggal ini merupakan hal yang lumrah karena adanya perbedaan metode dalam menentukan awal bulan Hijriah. Kendati demikian, Nuzulul Quran tetap menjadi momen istimewa di bulan Ramadan untuk semakin memahami dan mencintai Al-Qur’an.

Baca Juga: 10 Contoh Teks Ceramah Ramadan Lengkap dengan Judulnya

Sejarah Nuzulul Quran 17 Ramadhan

Terkait waktu pertama kali turunnya Al-Qur’an, para ulama memang memiliki perbedaan pandangan. Sebagian berpendapat bahwa Nuzulul Qur’an terjadi pada 18 atau 19 Ramadhan. Meski demikian, perbedaan ini tidak mengurangi kesepakatan bahwa wahyu pertama turun di Gua Hira pada bulan suci Ramadhan.

Di Indonesia sendiri, Nuzulul Qur’an secara umum diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan. Penetapan ini merujuk pada penafsiran Surah Al-Anfal ayat 41 yang menyebutkan tentang hari Al-Furqan, yakni hari bertemunya dua pasukan dalam Perang Badar.

Hari Al-Furqan tersebut dipahami sebagai momen kemenangan kaum Muslimin dalam Perang Badar yang terjadi pada Jumat, 17 Ramadhan tahun 2 Hijriah. Karena itulah, banyak ulama mengaitkan turunnya Al-Qur’an dengan tanggal tersebut sehingga diperingati setiap 17 Ramadhan.

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2025 yang diterbitkan Kementerian Agama (Kemenag) RI, 17 Ramadhan 1446 H bertepatan dengan 17 Maret 2025. Namun karena dalam kalender Islam pergantian hari dimulai sejak Magrib, maka malam Nuzulul Qur’an telah dimulai pada Minggu, 16 Maret 2025 selepas waktu Magrib.

Keutamaan Malam Nuzulul Quran

Nuzulul Qur’an merupakan peristiwa agung dalam sejarah Islam yang menyimpan banyak keistimewaan. Berdasarkan keterangan dari Universitas Insan Cita Indonesia (UICI), terdapat sejumlah keutamaan yang melekat pada malam turunnya Al-Qur’an tersebut.

1. Diangkatnya Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul

Turunnya Al-Qur’an pada malam ke-17 Ramadhan menjadi penanda diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul Allah SWT. Pada saat itulah beliau menerima wahyu pertama yang menjadi awal risalah Islam bagi seluruh umat manusia.

2. Meneguhkan Hati Rasulullah dan Para Sahabat

Malam Nuzulul Qur’an juga menjadi sumber kekuatan bagi Rasulullah dan para sahabat dalam menghadapi berbagai tantangan dakwah. Di tengah hinaan, ejekan, dan penolakan dari kaum Quraisy, wahyu yang turun memberikan keteguhan serta semangat untuk terus menyampaikan ajaran Islam.

3. Bentuk Pertolongan dan Motivasi dari Allah SWT

Peristiwa ini bukan hanya ujian, tetapi juga pertolongan dari Allah SWT bagi kaum Muslimin. Nuzulul Qur’an menjadi dorongan agar umat Islam tetap istiqamah berjuang di jalan-Nya serta senantiasa mengharap ridha Allah SWT.

4. Turunnya Para Malaikat

Pada malam istimewa ini, para malaikat turun ke bumi untuk mendoakan orang-orang yang beribadah. Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal seperti membaca Al-Qur’an, berzikir, dan beri’tikaf agar dapat meraih keberkahan tersebut.

5. Malam yang Penuh Kemuliaan

Al-Qur’an diturunkan pada malam yang penuh kemuliaan dan ketenangan. Suasana malam itu digambarkan damai, langit tampak bersih, serta dipenuhi keberkahan yang membawa kesejukan bagi hati orang-orang beriman.

Amalan yang Dianjurkan pada Malam Nuzulul Qur’an

Untuk meraih pahala dan keberkahan di malam Nuzulul Qur’an, umat Islam dianjurkan mengisi waktu dengan berbagai ibadah. Malam istimewa ini bukan sekadar diperingati, tetapi juga menjadi momentum meningkatkan kualitas amal dan kedekatan kepada Allah SWT. Berikut beberapa amalan yang dapat dilakukan:

1. Memperbanyak Membaca Al-Qur’an

Salah satu amalan utama adalah memperbanyak tilawah Al-Qur’an. Nuzulul Qur’an menjadi pengingat agar umat Islam kembali membiasakan membaca dan mentadabburi Al-Qur’an, baik di rumah, tempat kerja, maupun di masjid. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa dan Al-Qur’an akan memberi syafaat bagi seorang hamba pada hari kiamat (HR Ahmad), sehingga membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan memiliki keutamaan besar.

2. Melaksanakan I’tikaf

Berdiam diri di masjid untuk beribadah atau i’tikaf juga menjadi amalan yang dianjurkan. Perintah ini disebutkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 125, yang menjelaskan tentang kesucian Baitullah sebagai tempat thawaf, i’tikaf, rukuk, dan sujud. Dengan i’tikaf, seorang Muslim dapat lebih fokus beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

3. Memperbanyak Doa

Malam Nuzulul Qur’an juga sebaiknya diisi dengan doa. Umat Islam dapat memohon agar hatinya diterangi oleh cahaya Al-Qur’an, akhlaknya dihiasi kemuliaan, amalnya diperbaiki, serta diberikan keselamatan dan syafaat Al-Qur’an di akhirat kelak.

4. Menunaikan Sholat Malam

Sholat tahajud merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan, terutama di malam-malam Ramadhan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Isra ayat 79 agar hamba-Nya melaksanakan tahajud sebagai ibadah tambahan, dengan harapan memperoleh kedudukan terpuji di sisi-Nya.

5. Bersedekah

Selain ibadah personal, memperbanyak sedekah juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 261 dijelaskan bahwa orang yang berinfak di jalan Allah akan dilipatgandakan pahalanya. Bersedekah pada malam penuh kemuliaan ini menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus sarana meraih keberkahan yang berlipat.

Baca Juga: 30+ Kegiatan Bulan Ramadhan untuk Anak SD yang Kreatif

Jangan Lewatkan Momen Berkahnya, Siapkan Diri Sambut Nuzulul Qur’an 2026

Sobat Mada, setelah mengetahui jawaban dari pertanyaan nuzulul quran 2026 tanggal berapa? kini saatnya kita mempersiapkan diri untuk menyambut malam penuh kemuliaan tersebut dengan memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Al-Qur’an.

Jangan biarkan momen istimewa ini berlalu tanpa makna, karena setiap amal kebaikan yang dilakukan di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan pahalanya. Jika informasi ini bermanfaat, yuk share artikel ini kepada keluarga dan sahabat agar semakin banyak yang siap meraih keberkahan Nuzulul Qur’an.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top