Aturan KBM Ramadhan 2026: Dilarang Memberikan PR Berlebihan

Bulan Ramadhan selalu membawa perubahan dalam ritme kehidupan, termasuk di dunia pendidikan. Untuk menjaga keseimbangan antara ibadah dan kegiatan belajar, pemerintah menetapkan aturan khusus terkait Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selama Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kebijakan ini bertujuan agar siswa tetap bisa belajar dengan nyaman tanpa merasa terbebani.

Melalui Surat Edaran Bersama (SEB) yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Kementerian Agama Republik Indonesia, dan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, pemerintah menegaskan bahwa sekolah tidak boleh memberikan pekerjaan rumah (PR) atau proyek berlebihan selama Ramadhan 2026. Penugasan yang diberikan harus bersifat ringan, sederhana, dan tidak membebani orang tua.

Kebijakan ini sekaligus menjadi jawaban atas kekhawatiran banyak orang tua yang merasa beban tugas anak justru meningkat saat pembelajaran menyesuaikan jadwal Ramadhan. Dengan pendekatan yang lebih adaptif dan humanis, Ramadhan diharapkan menjadi momen penguatan karakter dan spiritualitas siswa, bukan tekanan akademik.

Baca Juga: Perubahan Jam Sekolah Selama Ramadhan 2026, Cek Jadwalnya!

Surat Edaran Pembelajaran Selama Ramadan 2026:

Pemerintah resmi menetapkan kebijakan pembelajaran selama Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi melalui Surat Edaran Bersama (SEB) Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Agama, serta Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia. Kebijakan ini mengatur jadwal belajar, sistem penugasan, hingga peran orang tua selama bulan suci.

Penyesuaian dilakukan agar kegiatan pendidikan tetap berjalan efektif tanpa membebani murid maupun orang tua. Ramadan juga diharapkan menjadi momentum penguatan karakter, bukan sekadar penyesuaian kalender akademik.

Jadwal Pembelajaran Ramadan 2026

Pembelajaran selama Ramadan 2026 disesuaikan dengan kalender resmi pemerintah, termasuk awal Ramadan, Idul Fitri, dan libur bersama yang berlaku di sekolah, madrasah, PAUD, serta satuan pendidikan keagamaan.

1. Belajar Mandiri di Rumah (18–21 Februari 2026)

Pada tanggal 18 hingga 21 Februari 2026, murid melaksanakan kegiatan belajar mandiri. Kegiatan ini dapat dilakukan di rumah, tempat ibadah, maupun lingkungan sekitar sesuai arahan sekolah.

Sekolah diperbolehkan memberikan penugasan, tetapi dengan ketentuan:

  • Tidak memberikan PR atau proyek yang berlebihan.

  • Tidak menuntut biaya tambahan besar dari orang tua.

  • Tidak mewajibkan penggunaan gawai dan internet secara intensif.

  • Memberikan tugas yang sederhana, menyenangkan, dan bisa dikerjakan bersama keluarga.

Contoh penugasan yang dianjurkan antara lain pembuatan jurnal atau buku saku Ramadan dengan penggunaan internet seminimal mungkin.

Kebijakan ini menjawab kekhawatiran orang tua yang sering merasa beban tugas justru meningkat saat pembelajaran dari rumah.

2. Pembelajaran Tatap Muka (23 Februari–14 Maret 2026)

Mulai 23 Februari hingga 14 Maret 2026, pembelajaran kembali dilaksanakan di sekolah atau madrasah. Jadwal ini tetap menyesuaikan dengan kalender resmi pemerintah terkait Ramadan dan Idul Fitri.

Selama periode ini, sekolah diharapkan tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga memperkuat pendidikan karakter.

Baca Juga: Libur Puasa 2026: Ide Kegiatan Ramadhan Seru dan Edukatif

Ramadan sebagai Momentum Penguatan Karakter

SEB menegaskan bahwa Ramadan menjadi kesempatan untuk meningkatkan iman, takwa, akhlak mulia, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.

Bagi murid beragama Islam, kegiatan yang dianjurkan antara lain:

  • Tadarus Al-Qur’an

  • Pesantren kilat

  • Kajian keislaman

  • Kegiatan sosial keagamaan

Sementara itu, murid beragama selain Islam dianjurkan mengikuti bimbingan rohani serta kegiatan keagamaan sesuai ajaran dan keyakinan masing-masing.

Pendekatan ini bertujuan membentuk karakter dan kebiasaan baik pada anak selama bulan suci.

Peran Pemerintah Daerah dan Kepala Sekolah

SEB juga memberikan instruksi kepada pemerintah daerah dan kepala satuan pendidikan.

Pemerintah daerah diminta:

  • Menyusun perencanaan pembelajaran selama Ramadan.

  • Menyesuaikan pelaksanaan sesuai kewenangan masing-masing.

Kepala sekolah diminta untuk:

  • Mengurangi intensitas kegiatan fisik seperti PJOK dan kepanduan.

  • Melakukan asesmen formatif untuk memantau perkembangan belajar murid.

  • Memberikan perhatian khusus bagi anak berkebutuhan khusus atau yang berpotensi tertinggal.

  • Menjaga keamanan aset sekolah selama masa libur.

Instruksi ini menunjukkan bahwa pengaturan Ramadan tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga tata kelola satuan pendidikan secara menyeluruh.

Baca Juga:Libur Lebaran 2026 & Cuti Bersama Cek Rincian Jadwal Resmi

Peran Orang Tua Selama Belajar Mandiri

Selain sekolah dan pemerintah daerah, orang tua memiliki peran penting selama anak belajar mandiri di rumah.

Orang tua diminta untuk:

1. Mendampingi Aktivitas Positif Anak

  • Mengikuti ibadah dan kajian keagamaan.

  • Membaca buku bersama.

  • Bermain permainan yang melatih logika dan kerja sama.

  • Melakukan kegiatan seni, olahraga, atau budaya sesuai minat anak.

2. Mengatur Penggunaan Gadget

  • Menetapkan batas waktu penggunaan (screen time) yang wajar.

  • Mendampingi anak saat mengakses internet dan media sosial.

  • Mengarahkan anak pada konten positif serta menjauhkan dari kekerasan, pornografi, perjudian, dan disinformasi.

3. Mendorong Kegiatan Sosial

  • Mengikuti kegiatan keagamaan di lingkungan sekitar.

  • Menjalin silaturahmi dengan keluarga dan teman.

  • Berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat yang positif.

4. Melindungi Anak dari Kekerasan

Orang tua juga diingatkan untuk melindungi anak dari segala bentuk kekerasan, baik fisik, psikis, maupun kekerasan berbasis gender, serta mencegah eksploitasi dan praktik yang mengganggu hak anak untuk belajar dan berkembang.

Dengan aturan KBM Ramadhan 2026 ini, pemerintah ingin memastikan proses pendidikan tetap berjalan seimbang antara aspek akademik dan nilai-nilai keagamaan. Sekolah, orang tua, dan siswa diharapkan dapat bekerja sama menciptakan suasana belajar yang kondusif, ringan, dan bermakna selama bulan suci.

Bimbel Presmada

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top